Strategi Prabowo Siapkan Generasi Muda Kompetitif lewat Penguasaan Bahasa Asing

Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:59:02 WIB
Kepala Negara Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Kepala Negara Prabowo Subianto beranggapan bahwa penguasaan bahasa internasional merupakan satu dari sekian keahlian vital yang wajib dipunyai oleh kaum muda Nusantara supaya bisa berkompetisi dalam kancah kerja dunia. 

Prabowo mengungkapkan bahwa pihak pemerintah bakal mendirikan studio edukasi terpusat yang menghadirkan tenaga pengajar terbaik untuk menyajikan pembelajaran jarak jauh ke ribuan institusi pendidikan, termasuk buat mata pelajaran bahasa asing. 

“Bahasa asing mutlak harus kami kuasai, kami akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kami mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, bahasa-bahasa yang paling penting. Bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, bahasa Spanyol, bahasa Prancis,” kata Prabowo dalam pidato kenegaraan, Jumat (14/8/2025).

Menurutnya, buah hati lebih sigap dalam mempelajari bahasa mancanegara sejak masa kanak-kanak, teristimewa sebelum mencapai umur 11 hingga 12 tahun. Maka dari itu, dia menggarisbawahi urgensi dalam menyediakan akses pendidikan bermutu kepada anak-anak Indonesia sejak tingkat sekolah dasar. 

Prabowo menjelaskan bahwa penguasaan bermacam bahasa asing diperlukan sebab sejumlah negara mempunyai ekonomi serta bidang industri yang bertumbuh pesat. Dia memberi contoh negara Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Prancis, sampai Spanyol. 

“Kami mengerti sekarang Tiongkok ekonomi yang paling dinamis, tapi Jepang juga maju, Korea juga maju, Prancis juga maju, Spanyol banyak negara bicara Spanyol, banyak negara bicara bahasa Prancis, banyak negara bicara bahasa Arab. Kami juga harus belajar bahasa Rusia, mereka kuat di bidang sains dan teknologi,” ujarnya.

Dia pun menyoroti kesempatan bagi pekerja Indonesia di berbagai negara. Menurut Prabowo, beberapa negara saat ini sedang mengalami defisit tenaga kerja dan memerlukan karyawan dari Indonesia, terutama untuk bidang industri pariwisata, kesehatan, hingga layanan perawatan. 

“Sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin yang saya ketemu, bertanya, bisa enggak tenaga kerja dari Indonesia. Mereka perlu untuk kerja di bidang pariwisata. Pariwisata ya harus bisa belajar bahasa. Mereka butuh di rumah sakit mereka, mereka butuh perawat, mereka butuh caregiver, harus bisa bahasa,” tuturnya.

Prabowo memandang watak warga Indonesia yang populer hangat, tekun, serta santun bisa menjadi aset tambahan bagi tenaga kerja nasional untuk bersaing di pasar internasional. 

“Orang Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karena itu tenaga kerja kami diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia memperkuat ekonomi Indonesia,” tutupnya.

Terkini