Digitalisasi Bansos, Presiden Prabowo: Pendaftaran Kini Tanpa Biaya Lagi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:28:02 WIB
Kepala Negara Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memaparkan pengaruh serta manfaat yang dihadirkan melalui digitalisasi bantuan sosial atau bansos. Dirinya mengungkapkan digitalisasi pendaftaran sudah berlangsung di 153 kabupaten/kota pada 38 provinsi. 

Saat ini, telah ada lebih dari 3 juta keluarga yang mendaftar untuk Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) & BNPT (Sembako). 

“Ini menuju target 49 juta keluarga pendaftar, atau lebih dari 50% keluarga Indonesia pada saat implementasi nasional,” kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Digitalisasi bansos memberikan pengaruh pada ongkos operasional pendaftaran, sehingga saat ini registrasi dapat dilaksanakan tanpa pungutan biaya. 

Menurut Prabowo, sebelumnya keluarga kurang mampu harus mengeluarkan Rp150.000 untuk mendaftar. 

“Ini untuk perjalanan, dokumen, fotokopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis,” tegasnya.

Selain itu, pengaruh lainnya adalah durasi verifikasi atau pemeriksaan kelayakan saat ini bisa dituntaskan dalam hitungan menit. Sebelumnya, tahapan ini bisa menghabiskan waktu 72-200 hari. 

“Kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit atau jam. Rakyat yang tidak mampu tidak boleh bayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh negara,” jelas Prabowo.

Oleh sebab itu, Kepala Negara tersebut menekankan bahwa digitalisasi pada agenda perlindungan sosial wajib terus dikembangkan pada seluruh program bantuan sosial, bantuan pemerintah, serta pula subsidi. 

“Sebagai implementasi agenda pro Kesra terintegrasi, juga untuk meningkatkan ketepatsasaran, transparansi, dan kemudahan bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Terkini