Prabowo: Pemerintah Bangun 93 Sekolah Rakyat Permanen dalam Setahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:12:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah telah berhasil mendirikan sebanyak 93 unit Sekolah Rakyat permanen dalam kurun waktu kurang dari setahun. Pencapaian ini turut ditambah dengan kehadiran sejumlah sekolah rintisan yang masih aktif beroperasi, sehingga total Sekolah Rakyat yang kini berjalan telah mencapai 182 titik lokasi.

"Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," kata Presiden Prabowo Subianto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya ketika berpidato dalam agenda Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang bertempat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa kuantitas tersebut akan terus menunjukkan tren peningkatan, mengingat setiap kabupaten serta kota ditargetkan untuk memiliki minimal satu fasilitas Sekolah Rakyat.

Presiden Prabowo memandang bahwa keberadaan Sekolah Rakyat dihadirkan sebagai mercusuar harapan bagi anak-anak dari latar belakang keluarga prasejahtera atau yang paling tidak mampu, agar mereka dapat kembali merengkuh hak fundamental untuk menimba ilmu serta menggapai masa depan yang jauh lebih cerah.

Dalam lembaran pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan bahwa Sekolah Rakyat dirancang dengan mengusung konsep boarding school alias sekolah berasrama yang dilengkapi sarana prasarana komprehensif, mencakup tempat tinggal layak, sarana rumah ibadah, fasilitas olahraga memadai, ekosistem digital modern, suplai makanan bergizi seimbang, hingga lingkungan belajar yang terjamin aman serta nyaman.

Lembaga pendidikan ini difungsikan secara khusus demi memutus rantai lingkaran kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan gratis yang bermutu tinggi serta program pemberdayaan ekonomi bagi para orang tua siswa.

"Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara kami, negara harus intervensi," ujarnya.

Tepat di hadapan para anggota terhormat MPR, DPR, dan DPD, Presiden memaparkan pelbagai prestasi membanggakan yang berhasil diukir oleh para siswa Sekolah Rakyat.

Di antaranya mencakup keberhasilan 7 orang siswa Sekolah Rakyat asal Makassar yang sukses menjuarai ajang Olimpiade Nasional Indonesia ke-15.

Selain itu, terdapat pula siswi Sekolah Rakyat Polewali Mandar bernama Ismi Ulfaida, yang menorehkan tinta emas sejarah sebagai peserta didik Sekolah Rakyat pertama yang berhasil lolos seleksi menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional dalam rangka Upacara Peringatan HUT ke-81 RI.

"Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi," katanya.

Dalam momen istimewa tersebut, turut hadir dua orang perwakilan siswa Sekolah Rakyat, yakni Muhammad Rizki Pratama asal Medan beserta Citra Nur Ramadhani asal Pangkep.

Bahkan, Presiden secara langsung menyempatkan diri untuk menyapa serta melakukan dialog interaktif bersama para pelajar berprestasi tersebut.

Kepala Negara menceritakan bahwa Citra sebelumnya nyaris mengalami putus sekolah akibat harus membanting tulang membantu sang ibu berjualan, mengingat ayah tercinta telah wafat sementara ibunya tercatat sebagai penyandang disabilitas.

"Sekolah Rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten," kata Presiden Prabowo.

Citra yang sempat ditemui awak media usai jalannya acara meluapkan perasaan sukacita yang mendalam lantaran diberi kesempatan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat hingga bisa bertatap muka langsung dengan Presiden Prabowo.

"Pak Presiden sehat-sehat ya. Tunggu. Tunggu lihat aku dewasa nanti pakai sabuk hitam," kata Citra.

Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk menjamin agar anak-anak bangsa seperti Rizki dan Citra memperoleh porsi kesempatan yang setara dalam memperjuangkan masa depan mereka.

"Saudara-saudara sekalian, adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan," kata Presiden.

Terkini