Mentan Siapkan 3 Strategi Pertanian Tekan Kemiskinan di Alor

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:48:31 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengutamakan penguatan sektor pertanian untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui taktik terpadu serta pengawasan penyaluran bantuan hingga ke tingkat petani.

Amran menyampaikan bahwa pemerintah bertekad memperkokoh langkah penanggulangan kemiskinan di Alor, NTT, lewat pembangunan di bidang pertanian.

“Tujuan utamanya pengatasan kemiskinan juga. Justru kemiskinan target kami,” kata Mentan dalam tatap muka bersama Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor Jabodetabek di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan pembenahan pertanian di Alor tidak sebatas memburu angka produksi, melainkan ditujukan untuk mendongkrak penghasilan warga sekaligus mengikis angka kemiskinan.

Guna mewujudkan sasaran tersebut, Mentan memantapkan tiga tahapan strategi pembangunan pertanian di Alor, mencakup jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Rangkaian program tersebut dirancang berkesinambungan agar bantuan pemerintah tidak berhenti saat disalurkan, melainkan mampu menjelma menjadi tumpuan pendapatan warga secara berkelanjutan.

"Strategi jangka dekat difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan produksi yang dapat memberikan hasil relatif cepat," ujar dia.

Pemerintah menjamin ketersediaan serta keterjangkauan pasokan beras, bersamaan dengan genjotan produksi padi melalui sokongan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), mesin pompa, hingga perluasan areal tanam mencapai 3.000 hektare.

Dukungan pasokan pangan bagi penduduk Alor juga terus ditingkatkan. Pada alokasi periode Juli, Agustus, dan September 2026, Kabupaten Alor memperoleh kuota bantuan pangan reguler berjumlah 1.120,14 ton dengan nilai senilai Rp15,68 miliar. Sementara itu, total bantuan pangan untuk wilayah Provinsi NTT menyentuh kisaran Rp360,91 miliar.

Selanjutnya, agenda jangka menengah diarahkan pada pengembangan budi daya jagung seluas 3.000 hektare. Komoditas ini diproyeksikan menjadi pendorong ekonomi baru lewat peningkatan hasil panen lahan dan perluasan keran pendapatan para petani.

Sementara itu, ia menerangkan bahwa strategi jangka panjang dipusatkan pada pemanfaatan komoditas perkebunan utama, khususnya kelapa, kakao, dan jambu mete. Pilihan komoditas tersebut dinilai selaras dengan karakteristik wilayah Alor serta berpotensi menjadi fondasi penghasilan warga dalam jangka panjang.

“Jadi kami bangun dari yang jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. Yang penting masyarakat punya pendapatan dan kemiskinan bisa kami tekan,” kata Amran menjelaskan.

Di samping penguatan program, Mentan turut menginstruksikan pengawasan ketat pada seluruh aliran bantuan pemerintah. Setiap bantuan wajib dipastikan tiba di tangan penerima dan lokasi tujuan, difungsikan sesuai peruntukan, dirawat dengan baik, serta memberikan dampak nyata bagi warga.

Amran mengajak para tokoh masyarakat beserta warga perantauan asal Alor untuk berpartisipasi mengawasi jalannya program ini. Menurutnya, keberhasilan pembangunan di Alor memerlukan sinergi dan pengawalan bersama agar seluruh bantuan benar-benar mendatangkan kemanfaatan.

Melalui tiga tahapan strategi tersebut, pemerintah menyusun fondasi ekonomi Alor secara bertahap. Ketersediaan pangan dijaga pada jangka pendek, kapasitas produksi dan pendapatan didorong lewat komoditas jagung pada jangka menengah, sedangkan kelapa, kakao, serta jambu mete diproyeksikan menjadi penopang ekonomi jangka panjang.

Kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, elemen petani, tokoh masyarakat, hingga warga Alor menjadi kunci utama agar program bantuan tidak berhenti sebagai formalitas, melainkan tumbuh menjadi motor ekonomi baru yang menaikkan taraf hidup dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Alor.

Ketua Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor di Jabodetabek Syahrir Ika menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengawasan lapangan tersebut. Ia menegaskan, pihaknya siap membantu memastikan bantuan pemerintah tiba di titik target, dirawat, dan tidak disalahgunakan.

“Kami harus membantu Pak Menteri untuk bersama-sama menjaga bantuan dan merawat bibit yang diserahkan. Kemudian kami kawal sampai kepada lokasi atau pertanian yang menjadi target daripada proyek itu,” ujar Syahrir.

Ia menambahkan, pengawalan bakal dijalankan sampai bantuan tersebut benar-benar dipakai dan membuahkan hasil.

“Kami harus memastikan bahwa bantuan itu tidak boleh menyimpang sehingga target pemerintah itu bisa berhasil,” katanya menegaskan.

Senada dengan hal itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alor Sejahtera Jabodetabek Gery Bantara menyampaikan apresiasi atas langkah Mentan yang bersedia turun langsung meninjau kondisi warga dan potensi pertanian di Alor.

“Kami sangat optimis dalam jangka waktu satu sampai lima tahun Alor akan keluar dari garis kemiskinan,” ujar Gery.

Gery pun menyokong penuh arahan Mentan supaya masyarakat turut mengawal bantuan dari pemerintah agar seluruh program dapat terealisasi secara tepat sasaran.

Terkini