Pemprov Jateng Buka Beasiswa Santri 2026 dengan Kuota 420 Penerima

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:58:01 WIB
Warga beraktivitas di masjid [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi membuka pendaftaran Beasiswa Mahasantri Ma’had Aly dan Santri Penggerak 2026 lewat platform JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) mulai 24 Agustus hingga 24 September.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Hasyim Muhammad menerangkan, kategori pertama diperuntukkan bagi penduduk Jateng yang sedang menempuh jenjang Marhalah Ula atau setara S1 di Ma’had Aly. Lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren tersebut berada di bawah pembinaan Kementerian Agama melalui Majelis Masyayikh.

"Ma’had Aly merupakan pendidikan tinggi yang hanya ada di pesantren. Seluruh perkuliahan dan materi pembelajarannya bersumber dari kitab kuning. Masa kuliahnya juga empat tahun, sama seperti perguruan tinggi lainnya," kata Hasyim, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Kamis (20/8/2026).

Hasyim menyampaikan, total kuota yang disediakan mencapai 420 penerima dengan dana bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta per semester selama maksimal enam semester, terhitung mulai Oktober 2026. Di Jawa Tengah sendiri terdapat 25 Ma’had Aly.

Syarat bagi pendaftar program ini yaitu berstatus warga Jateng, aktif berkuliah minimal semester II, terdaftar pada Education Management Information System (EMIS), serta memperoleh rekomendasi dari Ma’had Aly mitra.

Ia juga menambahkan bahwa warga kurang mampu yang tergolong desil 1–4 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan menjadi prioritas utama.

“Kami akan memprioritaskan mereka yang masuk kategori miskin, dan tentu mereka yang berprestasi,” jelas Hasyim.

Jadwal pengumuman seleksi Beasiswa Mahasantri ditetapkan pada 12 Oktober 2026. Tahap pemberkasan berlangsung pada 13–20 Oktober, lalu dilanjutkan acara pelepasan dan pembekalan pada 21–24 Oktober 2026.

Santri Penggerak

Di sisi lain, Program Santri Penggerak ditujukan untuk mahasiswa minimal semester III di bidang saintek, humaniora, maupun keislaman. Pendaftar wajib menempuh pendidikan di perguruan tinggi mitra pemprov, sedang menetap di pesantren, aktif di organisasi kampus (intra maupun ekstra), serta mengantongi IPK paling rendah 3,00.

Pesantren kediaman mahasiswa harus mengantongi Tanda Daftar Pesantren, Piagam Statistik, atau Izin Operasional Pondok Pesantren. Selain itu, pendaftar tidak sedang menerima bantuan pendidikan lain dari APBN maupun APBD.

Peserta diwajibkan menyerahkan esai dengan tema “Peran Santri dalam Pembangunan di Jawa Tengah”. Tahap awal seleksi berupa verifikasi berkas administrasi dan tulisan, sedangkan tahap berikutnya menguji kemampuan membaca Al-Qur’an, wawasan kebangsaan, serta pemahaman keilmuan pesantren.

“Dalam program ini kami ingin menjaring aktivis yang berstatus mahasiswa. Mereka bisa berasal dari fakultas kedokteran, teknik, hukum, dan program studi lainnya, tetapi juga aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus,” ujar Hasyim.

Penerima program Santri Penggerak akan mengantongi dana bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta tiap semester selama enam semester. Proses seleksi berjalan pada 25 September–19 Oktober, dilanjutkan pengumuman pada 20 Oktober, pemberkasan pada hari berikutnya, serta pelepasan dan pembekalan pada 21–23 Oktober 2026.

Layanan informasi lengkap dapat diakses lewat situs resmi www.jatengprov.go.id, aplikasi JNN, atau pesan WhatsApp di nomor 081180006330. Kegiatan sosialisasi turut melibatkan perguruan tinggi dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) secara daring maupun luring.

Pengurus LFSP Jawa Tengah Haryanto menuturkan bahwa beasiswa ini menjadi salah satu sarana pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Program Pesantren Obah turut mencakup pemberdayaan ekonomi, peningkatan keahlian, hingga penguasaan teknologi.

“Selain pembangunan fisik, pembangunan manusia juga menjadi perhatian. Nanti ada pemberdayaan ekonomi santri, peningkatan SDM, pelatihan mengenai AI, ekonomi digital, dan program-program lainnya,” katanya.

Sebelumnya, pihak pemprov telah meloloskan 73 dari total 942 pendaftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Rinciannya mencakup 15 penerima studi luar negeri, 27 santri jenjang dalam negeri, serta 31 pengasuh pesantren yang menempuh pendidikan S2 dan S3.

Terkini