Kapolri Ungkap Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:41:33 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo [FOTO: NET].

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan tanggapan terkait rangkaian proses investigasi hukum atas dugaan tindak pidana dalam fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di kawasan Pulau Kalimantan.

Listyo mengutarakan bahwa jajaran kepolisian saat ini masih berjibaku bersama tim gabungan dari berbagai instansi guna memadamkan ribuan titik panas yang terpantau di pulau yang dijuluki sebagai "Paru-Paru Dunia" tersebut.

Selain membantu proses penjinakan api, Listyo Sigit juga mengemukakan bahwa pihaknya kini tengah menjalankan penyelidikan secara mendalam guna menelusuri pemicu hingga mengidentifikasi pihak-pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.

"Saat ini yang sedang kita lakukan, ada pemadaman, sekaligus juga ada kita melakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi," ujar Listyo.

Lebih lanjut, Listyo Sigit bahkan menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan beberapa terduga pelaku yang diindikasikan kuat memiliki keterlibatan dalam kasus karhutla di Kalimantan ini, meski ia belum membeberkan identitas pihak-pihak yang telah ditangkap itu.

"Ini beberapa nama sudah kita amankan [berkaitan dengan peristiwa karhutla di Kalimantan]," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.487 titik panas terdeteksi di wilayah Kalimantan hingga Kamis (20/8/2026), dengan sebaran terbanyak berada di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Berdasarkan pantauan Satelit NOAA-20, Kalimantan Tengah mencatat 767 titik panas, Kalimantan Barat sebanyak 560 titik, Kalimantan Selatan serta Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, sementara Kalimantan Utara terpantau memiliki 3 titik panas.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa karhutla masih menjadi salah satu bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia pada periode 19–20 Agustus 2026, bersamaan dengan fenomena kekeringan dan cuaca ekstrem.

Salah satu insiden karhutla terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang melanda lahan seluas 10,65 hektare di Desa Sepan, Kecamatan Penajam, pada Rabu (19/8). BPBD setempat bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman hingga api berhasil dijinakkan pada hari yang sama tanpa adanya laporan korban jiwa.

Di tengah tingginya sebaran titik panas di Kalimantan, BNPB bersama pemerintah daerah terus meningkatkan pengawasan serta deteksi dini melalui pemetaan wilayah rawan dan koordinasi penanganan lapangan, sekaligus meminta pemda memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman selama musim kemarau.

Terkini