Pemberdayaan Masyarakat Garut Oleh Jamkrindo Ciptakan Nilai Ekonomi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:12:02 WIB
PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) (Persero) senantiasa memacu kemandirian ekonomi masyarakat Garut lewat program pemberdayaan yang menyinergikan sektor lingkungan, ekonomi produktif, pertanian, serta teknologi.

Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) Abdul Bari mengutarakan program pemberdayaan Jamkrindo ditujukan guna menciptakan efek berkelanjutan, lewat dorongan bagi warga untuk menggarap potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi yang produktif serta mandiri.

“Apa yang dibangun di Garut menunjukkan bahwa potensi lokal, pendampingan, teknologi, dan kolaborasi dapat diintegrasikan menjadi rantai ekonomi yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir,” kata Abdul Bari dalam keterangan yang diterima, Jumat (21/8/2026).

Melangkah ke tahun kelima, Jamkrindo tak hanya mengucurkan bantuan melainkan turut merancang program yang dieksekusi berbarengan dengan Salarea Foundation serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bunga Wana Lestari.

Salah satu hasil signifikan tepercik dari ekspansi Bank Sampah, yang awalnya cuma beroperasi pada satu titik dan berfokus pada limbah plastik, kini telah mengepakkan sayap menjadi dua lokasi.

Bank Sampah turut memproses sampah organik rumah tangga menjadi media tanam organik yang difungsikan guna menyokong sektor pertanian warga sekaligus mengantongi potensi nilai ekonomi.

Pada bidang pertanian, Kebun Gizi telah mengaplikasikan teknologi Internet of Things (IoT) lewat kemitraan bersama mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Teknologi smart farming ini memungkinkan proses penyiraman serta pemupukan berjalan otomatis sekaligus mengalihfungsikan kebun sebagai wahana edukasi publik.

Sementara itu, ekspansi Kebun Kopi pada area Perhutani dengan luas melampaui seratus hektare konsisten memperlihatkan tren positif.

Menatap masa depan, Jamkrindo mendorong penguatan hilirisasi lewat perancangan Kedai Kopi yang tengah disiapkan guna menyongsong panen perdana. Kopi tak sekadar dilepas sebagai komoditas mentah, melainkan bakal diolah, disangrai, hingga disajikan langsung di kedai agar nilai tambahnya sanggup dinikmati warga.

“Hilirisasi menjadi langkah penting agar manfaat ekonomi dari potensi lokal semakin besar dirasakan masyarakat. Kami berharap Kedai Kopi nantinya dapat menjadi ruang yang mempertemukan produk masyarakat dengan pasar sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi,” kata Abdul Bari.

Lewat formulasi yang menautkan sektor lingkungan, pertanian, teknologi, hingga hilirisasi, agenda pemberdayaan Jamkrindo di Garut ditargetkan terus meluas serta menjelma sebagai role model kemandirian ekonomi desa pada tingkat nasional.

Terkini