Pabrik Sel Baterai EV di Karawang Selesai, Tunggu Jadwal Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:46:01 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa konstruksi pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan kapasitas 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun yang berlokasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah selesai dibangun.

“Insyaallah, kayaknya sudah (rampung), ya. Insyaallah. (Peresmiannya) tinggal tunggu jadwal Pak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat. (21/8/2026).

Fasilitas produksi sel baterai tersebut dikelola oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).

Perusahaan tersebut merupakan badan usaha patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan konsorsium CATL-Brunp-Lygend (CBL) yang bertempat di Karawang, sekaligus memegang peran strategis dalam peta jalan pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

Erani menambahkan pula bahwa pabrik itu sudah mulai menjalankan aktivitas operasionalnya secara bertahap.

“Sudah mulai beroperasi, walaupun mungkin masih bertahap, ya. Tapi sudah mulai beroperasi,” ucap Erani.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (29/6/2025).

Memasuki awal Februari 2026, Director of Corporate Public Affair PT CATIB Bayu Hermawan mengutarakan bahwa pabrik baterai EV berkapasitas 6,9 GWh tersebut dibangun dengan nilai investasi menyentuh kisaran Rp7 triliun.

Dedikasi untuk mengusung konsep industri yang ramah lingkungan turut ditekankan oleh Bayu lewat pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 18 MWh guna menunjang suplai energi operasional pabrik.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, kehadiran pabrik ini diestimasi mampu menampung kurang lebih 3 ribu pekerja seiring dengan dimulainya tahap operasional penuh.

Terkini