Penyebab Kulit Kering Walau Rutin Pakai Skincare: Kurang Tidur

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:47:31 WIB
Ilustrasi kulit kering [FOTO: NET].

JAKARTA - Upaya merawat kulit tidak melulu berakhir pada pemakaian produk skincare. Seseorang mungkin telah rajin mengaplikasikan pelembap maupun aneka produk perawatan, namun tekstur kulitnya masih saja kering, sensitif, atau mudah mengalami kemerahan.

Apabila permasalahan ini terus berulang, pola tidur harian patut menjadi perhatian. Pasalnya, waktu tidur tak sekadar momen mengistirahatkan tubuh, melainkan juga kesempatan vital bagi kulit untuk meregenerasi serta memperbaiki dirinya.

Melansir Men's Health, dermatolog Dr. Kenneth Mark menuturkan bahwa kulit memerlukan durasi tidur yang cukup demi menjalankan proses pemulihan dan regenerasi, persis seperti organ tubuh lainnya.

"Ada alasan mengapa tidur disebut sebagai beauty sleep," kata Mark.

Dermatolog Dr. Danny Guo turut menyampaikan bahwa waktu tidur memberi kesempatan bagi kulit dalam memulihkan diri, membenahi kerusakan, hingga membersihkan sisa-sisa sel.

"Tidur memberikan waktu penting bagi kulit untuk memulihkan diri, mendukung proses perbaikan kerusakan dan pembersihan sisa-sisa sel," jelas Guo.

Berdasarkan penjelasannya, momen tidur juga menjadi saat ketika kadar hormon pertumbuhan melonjak. Fase ini efektif merangsang pembentukan kolagen serta elastin yang berperan menjaga kondisi kulit.

Kurang Tidur Bisa Mengganggu Skin Barrier

Keterkaitan antara kebiasaan tidur dan kondisi kesehatan kulit kian nyata sewaktu seseorang terus-menerus mengalami kurang tidur. Efeknya bukan cuma membuat raut wajah tampak layu, melainkan juga mengganggu kebolehan kulit dalam mengunci kelembapan.

Dermatolog Dr. Chang Son mengungkapkan bahwa kebiasaan kurang tidur sanggup melemahkan benteng pertahanan kulit atau skin barrier. Imbasnya, kondisi ini dapat memicu kulit kering dan peradangan, bahkan memparah beberapa gangguan kulit contohnya jerawat serta rosacea.

"Kurang tidur dapat melemahkan lapisan pelindung kulit, yang kemudian berkontribusi terhadap kekeringan dan peradangan. Kondisi ini juga dapat mempercepat kerusakan kolagen serta memperburuk masalah kulit seperti jerawat dan rosacea," ujar Son.

Sementara itu, Guo memaparkan ketika kelembapan kulit terus menyusut, ketahanan skin barrier bisa goyah. Dampaknya, kulit berisiko menjadi semakin kering, sensitif, mudah memerah, sekaligus memperjelas kemunculan garis-garis halus.

Dengan kata lain, kendala kulit yang terkesan butuh amunisi produk baru tidak otomatis beres cukup dengan menumpuk produk skincare. Bila jam tidur terus berkurang, kulit akan kehilangan salah satu fase krusialnya untuk melakukan pemulihan.

Efek negatifnya bahkan tidak perlu menunggu akumulasi kurang tidur berbulan-bulan. Dermatolog Dr. Ariel Ostad menegaskan, hanya dari satu malam saja tidur tidak berkualitas, perubahan buruk pada tampilan kulit sudah langsung terlihat.

"Bahkan hanya satu malam tanpa tidur yang cukup dapat menyebabkan kulit tampak lebih kusam, meningkatkan sembap terutama di bawah mata, serta membuat garis-garis halus lebih terlihat akibat dehidrasi," ucap Ostad.

Menurut Ostad, tidur yang kurang juga bakal memacu peningkatan hormon kortisol, yang kelak memicu lonjakan produksi minyak serta menimbulkan peradangan.

"Kurang tidur juga meningkatkan kadar kortisol, yang meningkatkan produksi minyak dan menyebabkan peradangan," katanya.

Ketika kulit tengah mengalami luka atau iritasi tertentu, kurang tidur dapat menghambat daya sembuh alami kulit. Di sisi lain, bayangan lingkaran hitam di bawah mata akan kelihatan semakin tebal akibat melambatnya sirkulasi limfatik serta melebarnya pembuluh darah.

Lalu Harus Bagaimana Jika Terlanjur Kurang Tidur?

Malam-malam tertentu yang memaksa begadang memang kerap tak bisa dihindari. Namun, tatkala kulit mendadak kering setelahnya, fokus utamanya bukanlah tergesa-gesa menambah daftar produk perawatan baru. Para pakar dermatologi menekankan bahwa kunci pemulihan utama tetaplah mendapatkan tidur yang berkualitas secara konsisten. Skincare sekadar membantu meminimalisasi gejala luar, tetapi tidak sanggup menggantikan porsi istirahat utama yang dibutuhkan tubuh.

Son menyebut pemenuhan hidrasi sebagai salah satu trik vital untuk membantu kulit melawan dampak buruk akibat kurang tidur.

"Hidrasi adalah alat yang paling penting untuk membantu mengatasi dampak buruk dari kurang tidur," imbuh Son.

Di samping memelihara hidrasi, Son menyarankan pemakaian produk berkandungan niacinamide guna membantu mendorong kelembapan sekaligus memperkuat skin barrier. Penggunaan Vitamin C juga dapat diaplikasikan untuk membantu tampilan kulit kelihatan lebih cerah.

Di lain sisi, Mark merekomendasikan bahan hyaluronic acid demi membantu mengembalikan kelembapan kulit yang hilang akibat terdehidrasi usai kurang tidur.

"Hyaluronic acid dapat membantu kulit mempertahankan kelembapan dengan mengikat air hingga 1.000 kali beratnya sendiri," ungkap Mark.

Menurut pandangannya, keunggulan tersebut berdaya guna menjaga hidrasi sekaligus menopang proses perbaikan skin barrier.

Perhatikan Cara Membersihkan Wajah

Sehabis mengalami kurang tidur, kulit sebaiknya jangan dirawat secara agresif. Ostad mengimbau penggunaan pembersih wajah berformula lembut (gentle cleanser) pada pagi hari lantaran ketahanan skin barrier sedang berada pada kondisi rentan.

Artinya, urutan perawatan kulit pascalembur atau begadang tak usah dibuat semakin rumit. Alih-alih menumpuk berlayer-layer produk, fokus memelihara kelembapan serta menghindari langkah yang berisiko memicu iritasi merupakan pilihan yang jauh lebih bijak.

Pada akhirnya, produk skincare memang memegang peran penting dalam memelihara kesehatan kulit, tetapi hasilnya tidak sanggup dipisahkan dari pola hidup harian. Tidur yang cukup memberi ruang bagi kulit untuk menjalani proses regenerasi mandiri yang tidak pernah bisa tergantikan sepenuhnya oleh produk perawatan mana pun.

Terkini