Pakai Helikopter, BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa di Pulau Palue

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:19:02 WIB
Evakuasi Korban Gempa NTT [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfasilitasi proses evakuasi medis darurat via udara untuk Yohanis Riba (75), seorang lansia asal Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tertimpa material bangunan akibat guncangan gempa 7,7 magnitudo lebih dari sepekan yang lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin, mengutarakan bahwasanya proses evakuasi lintas pulau tersebut berdiri sebagai wujud komitmen penanggulangan darurat yang inklusif, terkhusus bagi warga di area kepulauan dan pelosok.

"Evakuasi dilakukan dengan mengedepankan kecepatan dan keselamatan pasien agar penyintas mendapatkan perawatan medis yang lebih optimal," kata dia.

Pihak BNPB mengonfirmasi bahwa korban yang berdomisili di Desa Nitunhlea, Kecamatan Palue, menderita cedera serius serta memar pada kedua bagian kakinya sewaktu berupaya menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Usai sempat memperoleh penanganan awal di fasilitas kesehatan lokal, kondisi korban memerlukan rujukan medis ke rumah sakit dengan kelengkapan sarana yang lebih memadai.

Demi mempercepat pemindahan dari pulau yang terisolasi, Berton menerangkan bahwa BNPB menjalin kolaborasi bersama Polri untuk menyiagakan helikopter yang mengudara langsung dari Pos Pendamping Nasional (Pospenas) BNPB di Bandara Frans Seda, Maumere, guna menjemput korban pada Minggu (23/8).

Setibanya di Maumere, Yohanis langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere guna memperoleh penanganan intensif dari jajaran tim medis spesialis.

Ia pun menegaskan bahwa keterpaduan lintas sektor antara BNPB, TNI, Polri, tenaga medis, serta relawan bakal terus diperkuat demi menjamin seluruh kebutuhan warga terdampak bencana sanggup tertangani dengan cepat, presisi, dan manusiawi.

"Semangat gotong royong menjadi kekuatan bersama untuk membantu para penyintas melewati masa sulit dan secara bertahap kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik," demikian Berton.

Terkini