Siap Melantai di Bursa, Perusahaan Milik UGM Targetkan Dana Rp45 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 | 23:37:32 WIB
Ilustrasi - Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Perusahaan holding dan investasi milik Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group), bersiap membawa anak perusahaannya yaitu PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP) melangsungkan aksi Initial Public Offering (IPO) di bursa saham Indonesia dengan membidik dana segar hingga Rp45,22 miliar.

"Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp45.220.000.000,” ujar Manajemen Swayasa Prakasa sebagaimana keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/8/2026).

Dalam helatan IPO ini, Swayasa Prakasa bakal melepas paling banyak 323 juta saham baru kepada masyarakat atau setara maksimal 30,30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Pihak perseroan mengeset harga penawaran awal (bookbuilding) pada kisaran Rp130-Rp140 per lembar saham yang berlangsung sepanjang 24-27 Agustus 2026, guna merealisasikan target perolehan dana sebesar Rp45,22 miliar.

Lebih lanjut, tahapan penawaran umum perdana saham dijadwalkan pada 2-8 September 2026, dilanjutkan agenda penjatahan saham pada 8 September 2026, serta proses distribusi saham pada 9 September 2026.

Swayasa Prakasa (SWAP) selanjutnya ditargetkan resmi melakukan pencatatan saham perdana (listing) di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026.

Mengenai rencana pengalokasian dana IPO, perseroan memaparkan sekitar Rp15,8 miliar disiapka sebagai modal kerja untuk menggenjot kapasitas produksi sekaligus meningkatkan mutu produk.

Di samping itu, dana sekitar Rp12,2 miliar diagendakan untuk alokasi belanja modal (capex), sementara Rp12 miliar sisanya disiapkan guna melunasi kewajiban finansial kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) serta Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).

Guna mengawal aksi korporasi tersebut, Swayasa Prakasa mempercayakan PT Sukadana Prima Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Ditinjau dari peta kepemilikan saham, perusahaan holding dan investasi UGM yakni PT Gama Multi Usaha Mandiri bertindak sebagai pemegang saham pengendali di Swayasa Prakasa dengan menguasai 721.898.050 lembar saham atau 97,16 persen, disusul UGM yang memegang 20.009.190 lembar saham atau 2,693 persen.

Adapun PT Radio Swara Gadjah Mada menggenggam 549.920 lembar saham atau 0,074 persen, serta Bondan Ardiningtyas memiliki 542.840 lembar saham atau 0,073 persen.

Hingga kini, Swayasa Prakasa berfokus pada operasional bisnis manufaktur produk kesehatan berbasis riset. Ekspansi lini bisnis perseroan ditempuh secara bertahap lewat pembentukan berbagai unit usaha strategis.

Swayasa Prakasa resmi berdiri merujuk Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Swayasa Prakarsa No. 09 tertanggal 12 Januari 2012 dan mulai mengoperasikan kegiatan komersial pada 2014. Perseroan dihadirkan sebagai wadah komersialisasi riset-riset UGM, sekaligus mendorong agenda hilirisasi serta inovasi agar terwujud menjadi produk industri yang berdaya saing.

Terkini