JAKARTA - PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk. (BMAS) memperoleh fasilitas pinjaman bilateral dari Kasikornbank Public Company Limited atau KBank dengan plafon sebesar US$341 juta atau setara Rp6,03 triliun (kurs Jisdor Rp17.705).
Direktur Utama Bank Kasikorn Indonesia Kasemsri Charoensiddhi menyampaikan, pinjaman tersebut memiliki tenor hingga dua tahun sejak tanggal penarikan, dengan bunga mengacu pada SOFR ditambah margin sesuai kondisi pasar.
“Perseroan telah menerima pinjaman bilateral dari Kasikornbank Public Company Limited dengan limit fasilitas sebesar US$341 juta,” tulis Kasemsri Charoensiddhi dalam suratnya, dikutip dari keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026).
Kasemsri mengatakan, transaksi pinjaman bilateral dilakukan guna mendukung likuiditas tenor jangka panjang. Selain itu, langkah tersebut dilaksanakan untuk menunjang penyaluran kredit perseroan kepada nasabah. Adapun, transaksi penarikan dilakukan secara bertahap.
Pada 21 Agustus 2026, perseroan telah melakukan penarikan pertama senilai US$55 juta atau setara Rp973,77 miliar. Perseroan memastikan bahwa transaksi pinjaman ini tidak mengandung benturan kepentingan, sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sebagai informasi, Kbank merupakan ultimate shareholder perseroan melalui anak usahanya Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF) yang menguasai 86,03% saham perseroan, atau setara 89,48% kepemilikan dalam grup Kasikornbank.
Dalam catatan Bisnis, PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) mengumumkan perubahan nama menjadi PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk. atau KBank Indonesia.
Perubahan itu diikuti dengan perubahan logo dan terhitung efektif sejak 14 Juli 2026. Keputusan itu sesuai dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) per 20 Mei 2026.
“[Keputusan ini juga] sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, peningkatan daya saing, dan penguatan identitas korporasi yang selaras dengan visi global Kasikornbank PCL selaku ultimate shareholder,” kata Kasemsri dalam suratnya, dikutip pada Kamis (16/7/2026).
Sejalan dengan perubahan ini, perseroan akan secara bertahap melakukan pembaruan menyeluruh atas seluruh atribut fisik dan digital, termasuk namun tidak terbatas pada kantor cabang, kartu, aplikasi mobile, formulir, serta berbagai materi komunikasi dengan memakai identitas baru PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk.
Perseroan memastikan, seluruh produk dan layanan perbankan, termasuk rekening giro, tabungan, deposito, fasilitas kredit, kartu debit, bilyet giro, buku cek, serta layanan e-channel tetap berlaku dan dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, perseroan turut memastikan bahwa perubahan nama perseroan dan merek dagang tidak mengubah nomor rekening, hubungan kontraktual, hak dan kewajiban nasabah, fasilitas kredit, maupun layanan perbankan yang telah berjalan.