Prabowo Luncurkan 14 Proyek PLTS 100 GW Senilai Rp135 Triliun Hari Ini

Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:18:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto diagendakan meresmikan 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto diagendakan meresmikan 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total mencapai 5,2 gigawatt peak (GWp) yang menjadi rangkaian dari program PLTS 100 GWp pemerintah pada hari ini, Selasa (25/8/2026).

Dari keseluruhan kapasitas tersebut, sekitar 4,5 GWp proyek telah siap melangkah ke tahap tender, sementara 396 megawatt peak (MWp) berada pada fase groundbreaking, 271 MWp dalam tahap konstruksi, serta 1 MWp pada fase peresmian. 

Nilai penanaman modal untuk ke-14 proyek ini sendiri menyentuh kisaran Rp135 triliun. 

Rangkaian proyek PLTS yang siap ditenderkan mencakup PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Madura 605 MWp, PLTS Jatigede 636 MWp, PLTS Cirata 1.250 MWp, PLTS Jatiluhur 1.688 MWp, PLTS Lahan Bank Tanah 69 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, PLTS Renggit 0,078 MWp, hingga PLTS Tembesi 46 MWp. 

Di samping itu, PLTS Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp bersiap memasuki tahap groundbreaking, disusul PLTS Banyuwangi berkapasitas 130,2 MWp dan PLTS Pasuruan 132 MWp yang juga mengawali tahap serupa. Sementara itu, PLTS Saguling sebesar 92 MWp bersama PLTS Karangkates 133 MWp tengah berada dalam periode konstruksi.

Inisiatif-inisiatif ini dipandang mampu menghadirkan multiplier effect terhadap perekonomian lewat efisiensi anggaran biaya energi. Apabila seluruh proyek ini beroperasi penuh, potensi penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diproyeksikan menyentuh angka Rp4,6 triliun per tahunnya. 

Tidak hanya itu, proyek tersebut berpeluang membuka 234.000 lapangan pekerjaan di ranah konstruksi dan instalasi, serta menyerap 281.000 tenaga kerja pada sektor manufaktur. 

Ditinjau dari aspek ketahanan energi, pengembangan ke-14 PLTS tersebut diestimasikan memproduksi potensi efisiensi bahan bakar minyak (BBM) sejumlah 319.998 kiloliter per tahun, disertai pemangkasan penggunaan gas alam yang diperkirakan mencapai 35.660 MMSCF setiap tahunnya.

Program ini menjadi pilar dari target masif untuk memperluas kapasitas PLTS nasional hingga menembus angka 100 GW, dengan estimasi total investasi yang dibutuhkan guna mewujudkannya menyentuh Rp1.140 triliun. 

Guna merealisasikan target PLTS 100 GW tersebut, pemerintah merancang delapan skenario strategis. Salah satu opsi yang ditempuh adalah penghapusan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 12,48 GWp. 

Berbagai skenario lanjutan meliputi pembangunan PLTS skala besar sebesar 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GW, PLTS atap 9,36 GW, penyediaan PLTS bagi kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pedesaan sebesar 0,50 GW, serta PLTS off-grid sebesar 4,36 GW. 

Pemerintah turut mengintegrasikan pengembangan PLTS nonatap di zona kawasan industri seluas 7,49 GWp. Lebih lanjut, penciptaan permintaan melalui ekspansi hilirisasi, ekosistem kendaraan listrik, hingga penggunaan kompor induksi dihitung mampu menyerap kapasitas PLTS hingga 24,13 GW.

Terkini

Semen Indonesia Andalkan Kualitas & Loyalitas

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:42:31 WIB

EMTK Andalkan AI Genjot Efisiensi Media dan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:37:01 WIB