Prabowo: Pengelolaan Keuangan Ketat Demi Cegah Kebocoran Dana Negara

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:11:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program PLTS 100 GW di Gilimanuk, Jembrana, Bali [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan instruksi penting kepada seluruh jajaran aparat pemerintahannya untuk segera membenahi sistem tata kelola keuangan demi menutup celah terjadinya kebocoran anggaran negara. 

Ia menghendaki agar setiap alokasi dana milik negara dikelola secara ketat dan penuh kehati-hatian supaya proses penyalurannya benar-benar tepat sasaran.

Lebih lanjut, Prabowo memaparkan bahwa pilar kekuatan sebuah negara sejatinya bertumpu pada pengelolaan seluruh aset serta kekayaan bangsa yang dijalankan secara baik, bersih, dan jujur, dengan senantiasa dilandasi semangat cinta tanah air, pengabdian kepada rakyat, serta rasa tanggung jawab moral yang tinggi.

"Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar," jelasnya saat sambutan dalam Ground Breaking Program PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Berlandaskan prinsip tersebut, ia dengan tegas menyerukan agar segala bentuk praktik korupsi diberantas tuntas hingga ke akar-akarnya, serta meminta para pejabat publik memiliki komitmen kuat dalam memerangi tindak pidana korupsi. 

Meski menyadari adanya suara-suara miring dari berbagai pihak yang meragukan keseriusan pemerintah, ia memastikan bahwa penegakan hukum ini dijalankan secara sungguh-sungguh.

"Walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kami tidak sungguh-sungguh. Kami sungguh-sungguh," tuturnya.

Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah berhasil memenuhi berbagai kebutuhan strategis pertahanan dan pembangunan nasional, termasuk pengadaan ratusan unit helikopter serta alat berat, dari hasil penyelamatan anggaran yang sebelumnya bocor akibat tindak korupsi. 

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menutup rapat segala bentuk kebocoran keuangan negara yang harus diiringi dengan pengawasan ketat.

"Bagaimana kami sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kami tidak punya uang? Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kami selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kami hentikan kebocoran-kebocoran itu. Kami belum puas, kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," ucapnya.

Sebagai bentuk keberhasilan reformasi tata kelola aset, ia turut mengapresiasi kinerja membanggakan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam mengoptimalkan keuangan negara agar mendatangkan nilai ekonomis yang tinggi. 

Menurutnya, korporasi milik negara di bawah naungan Danantara kini mampu mendongkrak pendapatan hingga ratusan persen, bahkan memulihkan BUMN yang sebelumnya merugi bertahun-tahun untuk kembali mencatatkan laba.

"Dalam kurang 2 tahun penghasilan Danantara, penghasilan BUMN-BUMN ini naik ratusan persen. Beberapa BUMN yang belasan tahun puluhan tahun rugi, sekarang mulai untung," ujarnya.

Peningkatan performa finansial yang melampaui target proyeksi tersebut, imbuhnya, tidak lepas dari faktor kepemimpinan yang kuat (leadership) serta integritas tinggi para pimpinan Danantara yang menjunjung tinggi kejujuran dan rasa nasionalisme yang mendalam.

Terkini