Jangan Asal Pilih, Ini 4 Jenis Cleanser Sesuai Jenis Kulit

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:04:01 WIB
Ilustrasi Membersihkan wajah [FOTO: NET].

JAKARTA - Membersihkan wajah merupakan salah satu tahapan paling fundamental dalam rutinitas perawatan kulit harian. Kendati demikian, memilih produk pembersih wajah tidak boleh dilakukan secara sembarangan hanya berdasarkan merek populer atau klaim semata.

 Tekstur dari cleanser itu sendiri sangat krusial untuk dicermati karena masing-masing varian mempunyai karakteristik serta fungsi yang berlainan.

Para ahli dermatologi mengungkapkan bahwa kondisi aktual kulit, termasuk tingkat produksi sebum serta ketahanan skin barrier, semestinya dijadikan acuan utama sebelum menentukan jenis pembersih wajah yang akan digunakan. Salah dalam memilih produk justru berisiko memicu kulit terasa semakin kering, rentan mengalami iritasi, hingga merusak fungsi pelindung kulit (skin barrier).

4 Jenis cleanser sesuai kebutuhan kulit wajah

1. Gel cleanser untuk kulit berminyak dan rentan jerawat Gel cleanser pada umumnya hadir dengan karakteristik tekstur ringan berbasis air yang dilengkapi kandungan surfaktan lembut guna mengangkat tumpukan minyak serta kotoran dari lapisan terluar kulit.

Ketika bercampur dengan sapuan air, teksturnya mampu memunculkan busa yang memberikan sensasi kesegaran selepas proses mencuci muka. Varian ini lazimnya sangat pas diaplikasikan bagi pemilik tipe kulit berminyak dan mudah berjerawat.

Dermatolog Danny Guo menuturkan bahwa gel cleanser sangat mudah dibilas menggunakan air bersih tanpa menyisakan residu pelembap, sehingga amat ideal bagi individu berjenis kulit berminyak.

Kendati demikian, memiliki kulit berminyak bukan berarti harus dibersihkan secara berlebihan hingga menimbulkan sensasi sangat kesat.

Dermatolog Julie Russak memberikan peringatan bahwa penggunaan gel cleanser berkadar sulfat tinggi, terlebih jika rutin dipakai dua kali sehari dipadu air hangat, berpotensi merusak skin barrier.

“Ketika hal ini terjadi, kulit akan mengimbanginya dengan memproduksi lebih banyak minyak. Mengejar sensasi kulit yang sangat kesat setelah mencuci wajah hampir selalu membuat keadaan menjadi lebih buruk,” ujar Russak, dikutip dari Byrdie, Kamis (27/8/2026).

Guna membantu mempertahankan kadar kelembapan alami, konsumen disarankan melirik gel cleanser yang diperkaya kandungan gliserin, lidah buaya (aloe vera), atau hyaluronic acid.

2. Cream cleanser membantu menjaga kelembapan kulit kering Cream cleanser mempunyai tekstur yang jauh lebih pekat dan menyerupai losion. Formula pembersih jenis ini lazimnya memuat kandungan emolien serta agen pelembap yang lebih melimpah ketimbang pembersih berbusa ataupun berbasis gel.

Dermatolog Toral Vaidya menjelaskan bahwa cream cleanser dirancang khusus untuk membersihkan wajah secara maksimal tanpa menguras habis kelembapan alami kulit.

“Pembersih ini membantu mendukung skin barrier sekaligus mengangkat kotoran dan makeup dengan lembut,” kata Vaidya.

Berkat karakteristiknya yang jauh lebih melembapkan, cream cleanser sangat direkomendasikan bagi pemilik kulit kering, sensitif, maupun dehidrasi. Varian pembersih ini pun pas dijadikan alternatif andalan bagi pengguna produk perawatan yang mengandung bahan aktif seperti retinoid serta exfoliating acid. Pasalnya, kedua bahan tersebut berpotensi memicu kulit terasa lebih kering atau gampang mengalami iritasi.

Sejumlah kandungan esensial yang patut dicari saat memilih cream cleanser mencakup ceramide, gliserin, hyaluronic acid, serta squalane.

3. Milk cleanser cocok untuk kulit kering dan sensitif Milk cleanser mengusung karakteristik tekstur yang lebih cair dan umumnya tidak memunculkan busa saat diaplikasikan. Pembersih wajah ini memanfaatkan bahan dasar emolien sehingga efektif membersihkan kulit tanpa melunturkan terlalu banyak kelembapan esensialnya.

Russak menyampaikan bahwa milk cleanser sangat ideal untuk merawat kulit kering, sensitif, serta kulit matang. Varian cleanser satu ini juga bisa diandalkan manakala kondisi kulit mengalami pergeseran akibat faktor hormonal.

“Penurunan estrogen mengurangi produksi sebum, mengganggu fungsi skin barrier, dan membuat kulit lebih cepat kehilangan kelembapan,” jelas Russak.

Meskipun terkenal lembut, milk cleanser memiliki keterbatasan fungsi. Pembersih jenis ini biasanya tidak cukup kuat untuk merontokkan sisa riasan wajah yang tebal atau produk kosmetik yang bersifat tahan air (waterproof). Guo menambahkan bahwa milk cleanser dapat diaplikasikan sebagai langkah pembersihan kedua dalam metode double cleansing, khususnya selepas penggunaan pembersih berbasis minyak.

4. Oil cleanser efektif mengangkat sunscreen dan makeup Oil cleanser bekerja dengan mengandalkan karakteristik minyak untuk membantu melarutkan sisa kotoran, tabir surya (sunscreen), riasan wajah (makeup), hingga residu produk skincare yang sulit dibersihkan hanya dengan air biasa.

Penggunaannya umumnya diaplikasikan langsung pada kondisi wajah yang masih kering. Selesai cairan minyak diratakan ke seluruh permukaan wajah, produk kemudian dibaurkan dengan air sampai berubah menjadi emulsi sebelum dibilas hingga bersih.

Menariknya, penggunaan oil cleanser tidak serta-merta memicu pori-pori tersumbat. Russak menyatakan bahwa pembersih berbahan dasar minyak tetap aman dipakai oleh pemilik kulit berminyak dan berjerawat asalkan produk yang dipilih berlabel non-comedogenic.

“Gagasan lama bahwa kulit berminyak harus dibuat kering itu sudah tidak tepat. Oil cleanser non-comedogenic yang digunakan dengan benar tidak akan menyumbat pori atau memperparah jerawat,” ujar Russak.

Di samping mencermati teksturnya, konsumen juga wajib teliti memerhatikan kandungan formula serta kondisi aktual kulit sebelum menjatuhkan pilihan pada produk cleanser tertentu. Guo berujar bahwa pembersih wajah yang tepat merupakan fondasi esensial untuk mengoptimalkan efektivitas rangkaian perawatan kulit berikutnya.

Dengan demikian, tidak ada satu pun jenis cleanser tunggal yang paling ideal untuk semua orang. Tipe kulit berminyak cenderung lebih cocok menggunakan gel cleanser, sementara kulit kering serta sensitif disarankan memilih formula cream atau milk.

Adapun oil cleanser sangat layak dipertimbangkan guna membersihkan sisa sunscreen dan makeup secara optimal, terutama di dalam rutinitas perawatan double cleansing.

Terkini