Tingkatkan Solidaritas, Mendagri Imbau Pemda Saling Bantu Bencana

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:57:02 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah (pemda) agar mengokohkan spirit gotong royong demi membantu daerah lain yang dilanda musibah bencana.

Ajakan itu diutarakan Tito sewaktu menyampaikan pidato sambutan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/8/2026).

Tito memaparkan bahwa letak geografis Indonesia menjadikan pelbagai wilayah mempunyai kerawanan bencana. Keberadaan deretan gunung berapi, bentangan laut yang membentang, beserta alur aliran sungai menyebabkan musibah dapat melanda kawasan mana saja.

Guna menanggulangi kondisi tersebut, menurut pandangannya, diperlukan rasa kepedulian antardaerah. Pemda yang mengantongi kecukupan sumber daya patut menyokong daerah lain yang sedang terpuruk akibat dampak bencana.

“Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di sini kami memerlukan kegotongroyongan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/8/2026).

Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sederet pemda yang telah menyalurkan uluran tangan untuk kawasan terdampak bencana, termasuk di area Sumatera serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tito menyebutkan bahwa cukup banyak daerah yang mengirimkan bantuan. Bahkan, tak sedikit pimpinan daerah yang turun langsung menyambangi lokasi terdampak guna menyalurkan dukungan moral dan material.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan (kepala daerah),” katanya.

Tito menggarisbawahi bahwa sokongan antardaerah tidak selalu harus berwujud nominal yang masif. Apabila dijalankan secara bahu-membahu, kontribusi dari beragam pemda sanggup menghadirkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat terdampak.

“Solidaritas untuk saling membantu antardaerah ketika terjadi bencana ini kiranya dapat menjadi tradisi karena sangat bermanfaat. Jujur, sangat bermanfaat bagi daerah-daerah terdampak,” jelasnya.

Di samping memacu kepedulian antardaerah, Tito menerangkan bahwasanya pemerintah pusat konsisten menyalurkan sokongan pada penanggulangan dampak bencana di Sumatera dan NTT.

Di wilayah Sumatera, misalnya, pemerintah pusat telah mengucurkan sokongan pendanaan, termasuk alokasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD).

Sementara itu, guna penanganan dampak bencana di NTT, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan kucuran dana dalam bentuk tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) bernilai total Rp 200 miliar.

Terkini