LIPUTANFINANSIAL.COM — Dua pertandingan, dua kali tertinggal lebih dulu, dan baru dua poin dikumpulkan. Start Liverpool di Premier League musim ini jauh dari kata ideal, dan mantan kapten Steven Gerrard pun angkat bicara soal akar permasalahannya.
Menurut Gerrard, fokus klub pada upaya mendatangkan penyerang baru seperti Bradley Barcola kurang tepat sasaran. Ia justru menyoroti kekosongan di posisi gelandang bertahan atau nomor enam yang dinilai krusial sejak kepergian Fabinho.
Masalah Liverpool Bukan di Lini Depan
Liverpool memang tengah menuntaskan transfer Bradley Barcola dari Olympique Lyon. Winger asal Prancis itu diharapkan menjadi tambahan daya gedor di lini serang, sekaligus pelengkap jika nantinya Mohamed Salah hengkang.
Namun Gerrard menilai prioritas itu keliru. Ia menegaskan Liverpool justru kehilangan sosok pemutus serangan di lini tengah, sebuah peran yang tak tergantikan sejak Fabinho pergi ke Al-Ittihad pada musim panas 2023.
"Mereka Butuh Spesialis Nomor 6"
"Ada satu area yang belum benar-benar mendapat banyak perhatian. Ini baru benar-benar mencuat dalam sepekan terakhir, sejak pertandingan melawan Newcastle," ujar Gerrard kepada TNT Sports.
"Menurut pendapat saya, mereka membutuhkan seorang spesialis untuk posisi nomor 6. Tentu sang manajer mungkin memiliki gagasan berbeda mengenai filosofi dan bagaimana ia ingin tim ini bermain," tambahnya.
Legenda Liverpool itu menegaskan bahwa ketiadaan pemain bertipe tersebut membuat timnya rentan saat diserang dan kesulitan menguasai permainan. "Saya rasa ketiadaan pemain di posisi itu sangat terasa; menurut saya, mereka tidak punya seorang pemain spesialis untuk peran tersebut," katanya.
Bekal Minim Jelang Lawan Nottingham Forest
Catatan dua laga awal musim ini memang memperlihatkan kelemahan tersebut. Liverpool harus bersusah payah mengejar ketertinggalan saat menghadapi Newcastle United di pekan pembuka, dan kembali melakoni hal serupa lawan Nottingham Forest, Sabtu (30/8) kemarin.
Hasilnya, The Reds baru mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Posisi mereka di papan tengah klasemen jelas bukan awal yang diharapkan untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Tanpa gelandang bertahan murni, lini tengah Liverpool kerap kehilangan keseimbangan. Tekanan lawan lebih mudah menembus pertahanan, sementara transisi dari bertahan ke menyerang berjalan lambat karena tidak ada yang menjadi jangkar permainan.
Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian nyata. Jika manajer Arne Slot tak segera menemukan solusi, bukan tidak mungkin rentetan hasil buruk akan terus berlanjut sebelum jendela transfer ditutup.