Danantara Housing Expo 2026 Wadah Kolaborasi Ekosistem Perumahan

Senin, 31 Agustus 2026 | 21:03:02 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengutarakan bahwasanya Danantara Housing Expo 2026 bertindak sebagai sarana kolaborasi antarelemen dalam ekosistem perumahan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Rosan Roeslani (Kepala BP Danantara) dan Pak Dony Oskaria (COO Danantara) karena sudah memberikan wadah event Danantara Housing Expo 2026 untuk ekosistem perumahan yang bagus sekali dapat bertemu dalam satu tempat dan sangat bermanfaat. Saya langsung cek ke booth dan transaksinya berjalan dengan sangat baik,” ujar Maruarar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Ia menaruh harapan agar perhelatan Danantara Housing Expo 2026 sanggup menjadi ajang strategis untuk mendekatkan masyarakat pada hunian yang pantas dan ramah kantong, sekaligus mengukuhkan kolaborasi seluruh ekosistem perumahan nasional.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pihak bergerak bersama. Pemerintah, Danantara, pengembang, perbankan, dan seluruh pelaku industri perumahan harus terus bersinergi agar semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya MBR, yang memiliki akses dan kemampuan untuk memiliki rumah sendiri,” katanya.

Eksibisi yang digelar pada 27–30 Agustus 2026 ini merupakan perwujudan sinergi strategis antara Kementerian PKP dan Danantara Indonesia demi menyokong percepatan Program 3 Juta Rumah, terkhusus dalam menyambungkan warga dengan pihak pengembang, institusi perbankan, hingga pelbagai sektor penyokong industri perumahan.

Danantara Housing Expo 2026 menggaet lebih dari 170 pengembang yang mencakup 161 developer swasta dan 12 BUMN sektor perumahan, serta dibersamai beragam booth pendukung dari lembaga pemerintah, perbankan Himbara, hingga entitas penyedia jasa pendukung.

Ajang pameran ini menyajikan lebih dari 100.000 unit tempat tinggal dari bermacam segmen, meliputi rumah subsidi hingga hunian vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menurut pandangan Ara, keberhasilan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah menuntut hadirnya sinergi dari segenap pemangku kepentingan, mulai dari jajaran pemerintah, pengembang, perbankan, kontraktor, pemasok material bangunan, hingga sektor industri penyokong lainnya.

Ia pun menyalurkan apresiasi tinggi kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), ekosistem pengembang, beserta seluruh mitra kerja sama yang telah berpadu membangun ekosistem perumahan yang terpadu. 

Sinergi ini dinilai krusial guna menjamin keseimbangan antara ketersediaan unit dan kelancaran pembiayaan, sehingga warga kian dimudahkan untuk mengandangkan rumah pribadi.

Terkini