LIPUTANFINANSIAL.COM — Dyson kembali memperluas portofolionya di luar kategori yang biasa digarapnya. Setelah sukses dengan hair dryer, alat penata rambut, hingga headphone dengan purifier udara, perusahaan asal Inggris ini kini menggarap perawatan mulut lewat CameraJet. Perangkat ini bukan sekadar sikat gigi elektrik biasa—ia dilengkapi kamera, tangki air, dan motor yang memungkinkan pengguna menyikat, flossing, dan membilas dalam satu gerakan.
Spesifikasi Utama Dyson CameraJet
- Kamera makro 100k pixel (0,1 megapiksel) di bawah kepala sikat untuk mendeteksi celah antar-gigi
- Sistem AI dilatih dengan 470.000 gambar dental dan 16 juta baris kode
- Tangki air 12,5 ml (sekitar 2,5 sendok teh) yang mengelilingi leher sikat
- Teknologi "Gap Optical Targeting" memproses 28 gambar per detik untuk mengidentifikasi celah gigi
- Jet cairan menyala dalam 100ms setelah kamera mendeteksi celah
- Pompa diafragma dengan pressure chamber yang tetap berfungsi di posisi sikat apa pun
Kunci di Balik Kamera dan AI
Fungsi kamera pada CameraJet menjadi pembeda utama dari sikat gigi elektrik lain. Sistem computer vision yang tertanam mampu mengenali celah antar-gigi secara real-time. Saat sensor mendeteksi celah, perangkat langsung menyemprotkan cairan berbentuk kerucut yang membantu membersihkan sela-sela gigi sambil menyikat.
Algoritma machine learning pada CameraJet dilatih menggunakan 470.000 gambar dental yang dikumpulkan selama pengembangan. Data tersebut memungkinkan sistem mengenali pola gigi yang bervariasi dan membidik area yang membutuhkan pembersihan ekstra.
Cara Kerja Water Flossing Otomatis
Dyson mengklaim bentuk semprotan cairan pada CameraJet berbeda dari water flosser konvensional. Alih-alih menggunakan jet berbentuk jarum, Dyson merancang semprotan berbentuk kerucut yang lebih lebar untuk menjangkau area lebih luas. Cairan disemburkan dengan tekanan lebih rendah agar lebih lembut ke gusi dan enamel gigi.
Tangki air 12,5 ml memang kecil, tetapi Dyson merancangnya agar cairan keluar dalam jumlah sedikit dan bertahap. Ini mencegah cairan menumpuk di mulut saat pengguna menyikat dari satu gigi ke gigi lain. Sistem anti-gravity tank memastikan pompa tetap bekerja baik sikat digenggam dalam posisi normal maupun miring.
Pendiri Dyson, James Dyson, menyatakan dalam rilis resminya, "Dengan menggabungkan kamera, machine learning, presisi fluid dynamics, teknologi sikat canggih, konektivitas, dan Wi-Fi, Dyson CameraJet menghadirkan cara baru untuk menjaga kesehatan mulut." Dyson juga mengembangkan pengganti plak sendiri melalui kolaborasi lima tahun dengan Fakultas Kedokteran Gigi National University of Singapore untuk menguji efektivitas jet ini.
Aplikasi MyDyson dan Fitur Pendukung
Kamera pada CameraJet tidak hanya berfungsi untuk menembakkan cairan. Pengguna bisa membuka aplikasi MyDyson untuk melihat langsung kondisi rongga mulut, terutama bagian belakang gigi yang sulit dijangkau mata telanjang. Fitur live-view ini hanya aktif saat sikat digunakan dan Dyson memastikan tidak ada gambar yang direkam atau disimpan baik di perangkat maupun cloud.
Aplikasi ini juga menyediakan panduan menyikat, tips, dan umpan balik personal berdasarkan area yang sudah bersih dan area yang masih kurang terjangkau. Pengguna dapat mengatur intensitas sikat dan mode jetting sesuai kebutuhan. Untuk hasil terbaik, Dyson menyarankan penggunaan cairan mouthrinse berbahan SLS-free agar tidak berbusa dan menghalangi pandangan kamera. Dyson turut menjual pasta gigi dan mouthrinse non-foaming sendiri.
Harga dan Ketersediaan
Dyson CameraJet dibanderol US$500 atau sekitar Rp 8,25 juta (estimasi kurs Rp 16.500/USD). Harga ini jauh di atas sikat gigi elektrik premium lain yang rata-rata dijual Rp 1-3 jutaan. Dyson belum mengumumkan ketersediaan resmi di Indonesia hingga artikel ini ditulis.
Perangkat ini menyasar pengguna yang serius menjaga kesehatan gigi dan tidak keberatan merogoh kocek dalam untuk teknologi perawatan mulut. Namun, dengan harga segitu, CameraJet jelas bukan barang impulsif—ia lebih cocok untuk early adopter yang ingin mencoba pendekatan baru dalam kebersihan gigi dan memiliki anggaran lebih. Bagi sebagian besar pengguna, sikat elektrik biasa dengan teknik flossing manual mungkin masih jadi pilihan yang lebih rasional.