Orangtua, Lakukan 3 Aktivitas Ini untuk Jaga Kesehatan Mental Anak

Selasa, 01 September 2026 | 00:56:32 WIB
Ilustrasi Anak Bermain [FOTO: NET].

JAKARTA - Kesehatan mental anak tidak hanya menjadi perhatian saat mereka mulai memperlihatkan gejala stres, kecemasan, atau perubahan perilaku. Orangtua juga dapat menjaganya melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah.

Masa kanak-kanak dipenuhi beragam tantangan, mulai dari tuntutan sekolah, pertemanan, tekanan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, hingga persoalan kepercayaan diri. Oleh sebab itu, membangun rutinitas yang mendukung kesehatan emosional anak dapat menjadi salah satu cara membantu mereka menghadapi tekanan sehari-hari.

Mengutip Psychology Today, psikoterapis anak dan keluarga Ariella Cook-Shonkoff, MFT, menjelaskan sejumlah aktivitas sederhana yang bisa diterapkan keluarga sepanjang tahun. Aktivitas ini terinspirasi dari berbagai kegiatan yang umum dilakukan anak saat mengikuti perkemahan, seperti bermain di alam, bersosialisasi, dan berkegiatan kreatif.

Lalu, apa saja aktivitas yang dapat dilakukan orangtua bersama anak?

1. Menghabiskan waktu di alam

Mengisi waktu di luar rumah tidak selalu berarti harus pergi berlibur ke tempat yang jauh. Berjalan di taman, bermain di halaman, bersepeda, atau sekadar membaca buku di ruang terbuka bisa menjadi alternatif yang mudah dilakukan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa interaksi dengan alam mampu membantu meningkatkan suasana hati, energi, dan fokus anak. Selain itu, aktivitas luar ruangan memberi kesempatan bagi mereka untuk bergerak sekaligus beristirahat sejenak dari rutinitas di dalam rumah.

Kebiasaan ini tidak harus dilakukan setiap hari. Yang terpenting, anak tetap memiliki kesempatan menikmati aktivitas di luar tanpa tekanan.

2. Bersosialisasi tanpa gawai

Bermain dan berinteraksi dengan orang lain merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Interaksi secara langsung membantu mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, memahami perasaan orang lain, serta membangun hubungan sosial.

Orangtua dapat mendukung kebiasaan tersebut dengan menyepakati batas penggunaan gawai. Misalnya, saat teman datang bermain, anak dan teman-temannya dapat diminta menyimpan ponsel untuk sementara waktu.

Selain itu, orangtua juga bisa menyiapkan daftar aktivitas tanpa gawai, seperti bermain kartu, menggambar, memasak bersama, bermain di luar, atau sekadar mengobrol.

3. Melakukan kegiatan kreatif

Aktivitas kreatif dapat menjadi wadah bagi anak untuk mengekspresikan diri. Menggambar, membuat kerajinan, mewarnai, memasak, atau menciptakan sesuatu dengan tangan tidak harus berakhir dengan hasil yang sempurna karena prosesnya merupakan bagian yang paling penting.

Saat anak fokus membuat sesuatu, mereka memiliki kesempatan mengalihkan perhatian dari berbagai tekanan. Kegiatan ini juga membantu mereka belajar menghadapi rasa frustrasi ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.

Sebagai contoh, ketika gambar tidak sesuai keinginan atau kerajinan mengalami kesalahan, anak belajar mencari solusi dan mencoba kembali. Dari proses tersebut, mereka dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah sekaligus membangun ketekunan.

Membantu anak memiliki ruang melepas tekanan

Anak menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mereka memerlukan ruang untuk beristirahat, bermain, bersosialisasi, dan mengekspresikan diri.

Menjaga kesehatan mental anak tidak selalu membutuhkan kegiatan yang rumit. Memberikan kesempatan bermain di alam, bertemu teman tanpa bergantung pada gawai, serta melakukan aktivitas kreatif dapat menjadi bagian dari rutinitas sederhana di rumah.

Yang tak kalah penting, orangtua perlu menciptakan suasana yang membuat anak merasa aman untuk bercerita tentang apa yang mereka rasakan. Dengan begitu, rutinitas harian bukan hanya mengisi waktu luang, tetapi juga membantu anak mengelola emosi dan menghadapi berbagai tekanan dengan lebih sehat.

Terkini

Robert Moreno Resmi Jadi Pelatih Interim Timnas Korsel

Selasa, 01 September 2026 | 02:17:02 WIB

Lolos ke ACL 2, Persib Alihkan Fokus ke PSM dan Persija

Selasa, 01 September 2026 | 02:10:32 WIB

Barcelona Gilas Rayo Vallecano, Raphinha Kapten Teladan

Selasa, 01 September 2026 | 02:03:01 WIB