BBM RI Naik vs Malaysia Turun, Mana Lebih Mahal?

Kamis, 03 September 2026 | 22:45:33 WIB
Kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM) domestik melalui serangkaian penyesuaian per September 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - Kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM) domestik melalui serangkaian penyesuaian per September 2026. Pertamina secara resmi mengerek harga Pertamax Green 95 ke level Rp19.150 tiap liter. 

Banderol bensin dengan basis bioetanol tersebut bertambah Rp2.550 per liter dari bulan lalu yang berada di angka Rp16.600 per liter.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengemukakan bahwa penyesuaian tarif Pertamax Green 95 tersebut mengikuti langkah serupa pada beberapa produk BBM non-subsidi sebelumnya, yakni Pertamina Dex, Dexlite, serta Pertamax Turbo.

"Mulai 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga Pertamax Green 95. Penyesuaian ini mengikuti harga sejumlah produk BBM non-subsidi yang telah dilakukan sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangannya, dikutip Kamis (3/9/2026).

Sehari sebelumnya, Pertamina telah menaikkan tarif beberapa produk BBM non-subsidi. Harga Pertamax Turbo meningkat 7,10% menjadi Rp19.600 per liter dari posisi Agustus 2026 senilai Rp18.300 per liter. 

Selanjutnya, nilai Dexlite melonjak menjadi Rp23.700 per liter. Angka ini bertambah Rp4.000 per liter atau melonjak 20,30% dibanding bulan lalu yang dibanderol Rp19.700 per liter.

Di samping itu, tarif Pertamina Dex turut melompat ke angka Rp25.200 per liter. Harga tersebut naik Rp4.050 per liter atau setara 19,15% apabila dibandingkan Agustus 2026 yang menempati posisi Rp21.150 per liter.

Sementara itu, nilai Pertamax tetap bertahan di kisaran Rp15.950 per liter. Begitu pula dengan banderol Pertalite yang stabil di Rp10.000 per liter serta Biosolar pada posisi Rp6.800 per liter.

BBM Nonsubsidi di Malaysia Turun

Di sisi lain, tarif BBM non-subsidi di Malaysia justru menunjukkan tren penurunan untuk periode awal September 2026. Mengutip Asia One, Kementerian Keuangan Malaysia menetapkan bensin RON 97 diperdagangkan seharga 4,25 ringgit atau setara Rp18.669,47 per liter. 

Sementara itu, RON 95 non-subsidi dipatok pada level 3,77 ringgit atau senilai Rp16.560,92 per liter. Berikutnya, produk solar atau diesel non-subsidi berada di posisi 4,67 ringgit atau setara Rp20.514,46 per liter.

Di sisi lain, BBM bersubsidi dari pemerintah diputuskan tetap tidak berubah harga layaknya varian non-subsidi. Malaysia menerapkan kebijakan bensin bersubsidi lewat program Budi Madani RON95 (BUDI95) serta Sistem Kawalan Petrol Bersubsidi (SKPS).

Varian BBM BUDI95 dialokasikan bagi kendaraan masyarakat luas dengan harga jual 1,99 ringgit atau Rp8.741,71 per liter. Adapun BBM subsidi SKPS diperuntukkan bagi sektor transportasi umum dan komersial seharga 2,05 ringgit atau setara Rp9.005,27 per liter.

Terkini