Transformasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Pangkas 29 Anak Usaha

Kamis, 03 September 2026 | 04:16:01 WIB
PT Brantas Abipraya (Persero). (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero), bersiap menuntaskan pemangkasan 29 entitas usaha guna menyederhanakan struktur korporasi sekaligus memperkuat fokus pada bisnis inti.

Langkah perampingan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama jajaran direksi Brantas Abipraya. 

Melalui kebijakan ini, perseroan bakal menyederhanakan struktur organisasi dengan menyisakan perusahaan induk serta menutup entitas anak yang dinilai tidak lagi esensial untuk mendukung lini usaha utama. 

Dony menyampaikan bahwa langkah ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk memperkuat fondasi keuangan serta menggenjot efisiensi lini konstruksi, sehingga dapat menjadi BUMN Karya yang paling gesit menuntaskan transformasi.

“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat," ujar Dony, Kamis (3/9/2026).

Penyederhanaan struktur korporasi tersebut diyakini mampu menekan pemborosan operasional, memperkokoh tata kelola perusahaan, dan mendongkrak daya saing perseroan dalam mengeksekusi berbagai proyek infrastruktur di masa mendatang. 

Sebelumnya, Dony juga menggelar pertemuan bersama manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) serta PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) untuk merumuskan arah transformasi kontraktor pelat merah tersebut.

Sewaktu memberikan arahan kepada manajemen WIKA, Dony menegaskan pentingnya penyusunan laporan keuangan yang presisi dan objektif agar benar-benar merefleksikan kondisi fundamental perusahaan secara jujur tanpa rekayasa pembukuan.

“Kami yang realistis saja, tidak mau akal-akalan. Kami ingin tahu dulu riilnya berapa yang harus diperbaiki. Hal-hal yang khayalan kami coret,” ucapnya.

Ia menambahkan, pembenahan di tubuh WIKA juga diarahkan pada optimalisasi aset yang dapat didivestasi demi mereduksi tanggungan utang serta memperbaiki struktur modal. Lewat strategi tersebut, proses restrukturisasi diharapkan mampu memperluas ruang gerak fundamental perseroan ke depan.

Sementara itu, untuk PTPP, Danantara mendorong agar seluruh rangkaian transformasi serta aksi korporasi dijalankan secara tuntas tanpa penundaan. Dony menegaskan bahwa langkah penggabungan atau merger akan diprioritaskan sebelum melanjutkan tahap restrukturisasi lanjutan. 

Proses merger itu nantinya diawali dengan penataan kondisi keuangan PT PP secara menyeluruh, di mana penyesuaian serta koreksi laporan keuangan diperlukan agar posisi korporasi bisa dipetakan secara transparan. 

Selepas proses merger rampung, penataan bakal dilanjutkan melalui restrukturisasi agar PTPP memiliki struktur bisnis yang lebih terarah serta mampu mengoptimalkan potensi lini utama.

“PTPP diharapkan dapat memiliki struktur perusahaan yang lebih efisien dan fokus, sehingga mampu mengoptimalkan potensi bisnis inti serta meningkatkan kinerja perusahaan ke depan,” pungkas Dony.

Terkini