Dolar AS Melemah, Rupiah Melesat ke Level Rp17.632 di Awal Perdagangan

Jumat, 04 September 2026 | 23:27:01 WIB
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah memulai sesi perdagangan akhir pekan pada Jumat (4/9/2026) di zona hijau, terangkat oleh sentimen domestik yang positif serta pelemahan indeks greenback.

Merujuk pada catatan analisis Doo Financial Futures pukul 09.05 WIB, mata uang rupiah dibuka melesat 0,27% atau naik 47 poin menuju posisi Rp17.632 per dolar AS. Lonjakan mata uang Garuda berjalan seirama dengan tren mata uang regional, di mana sebagian besar mata uang di kawasan Asia turut terangkat di hadapan dolar AS.

Mata uang rupee India mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,51%, disusul peso Filipina yang menguat 0,25%, dolar Taiwan naik 0,17%, baht Thailand menguat 0,12%, serta dolar Singapura terangkat 0,06%. Selanjutnya, yuan China terkerek 0,02% dan yen Jepang terangkat tipis 0,01%. Sebaliknya, won Korea Selatan terkoreksi 0,10%, ringgit Malaysia turun 0,05%, sedangkan dolar Hong Kong bergerak stagnan.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengutarakan bahwa laju positif rupiah terdorong oleh paduan faktor eksternal dan kondisi dalam negeri yang kondusif. Dari sisi global, dolar AS tertekan oleh sinyal dovish pejabat The Fed, Christopher Waller, yang mengindikasikan penahanan suku bunga pada September ini apabila laju inflasi terus melandai.

Dari faktor dalam negeri, persepsi pasar kian solid. Meredanya isu terkait independensi Bank Indonesia pascapelantikan Destry—yang menegaskan komitmennya untuk mengawal stabilitas nilai tukar dan independensi—turut memberikan dorongan positif.

"Secara umum sentimen dalam negeri masih sangat kondusif tanpa ada rilis data ekonomi penting hingga pekan depan," ujarnya, Jumat (4/9/2026).

Lukman memprediksi rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.600 – Rp17.750 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Terkini