Bulog Gelontorkan 75 Ribu Ton Beras

Minggu, 06 September 2026 | 21:35:32 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: NET)

JAKARTA - Perum Bulog bersiap menggelontorkan pasokan beras premium guna merespons fenomena kelangkaan komoditas tersebut, terutama di pasar ritel modern dan tradisional.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan bahwa pada tahap permulaan pihaknya akan menyalurkan sebanyak 75.000 ton beras premium setiap bulannya ke berbagai jaringan ritel modern serta pasar tradisional di seluruh penjuru Indonesia. 

Menurutnya, langkah ini pun menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga stabilisasi harga pangan sekaligus mencegah lonjakan inflasi, khususnya pada komoditas beras.

“Kami sudah berkomitmen dan akan menyalurkan dalam waktu dekat totalnya adalah mencapai 110.000 ton satu bulan ini. Satu bulan ini akan kami gelontorkan 110.000 ton, yang mana 75.000 ton adalah beras premium,” ujar Rizal saat melaksanakan kegiatan pemantauan pasar tradisional pada Sabtu (5/9/2026).

Lebih lanjut, Rizal menyampaikan bahwa penyaluran tersebut tidak hanya berfokus di kawasan Jabodetabek saja, melainkan didistribusikan secara merata ke seluruh ritel modern dan pasar tradisional nasional. 

Ia menambahkan, pihaknya telah menjalankan rapat koordinasi bersama sejumlah entitas pengelola ritel modern terkemuka, mencakup PT Indomarco, PT Megah Daya Inti, PT Inti Cakrawala Citra, Sumber Alfaria Trijaya, hingga PT Hero Ritel.

“Insya Allah mulai minggu ini langsung kami tindaklanjuti untuk disalurkan ke seluruh ritel-ritel modern dan pasar-pasar SP2KP,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso turut mendorong agar stok beras dari Perum Bulog dapat masuk secara lebih luas ke minimarket serta jaringan ritel modern demi menjamin ketersediaan beras premium di tengah isu kelangkaan pasar. 

Selain varian premium, jajaran beras medium produksi Bulog juga diarahkan agar mudah diakses di dalam ritel modern.

"Beras kan sekarang kan ada beras dari premium juga dari Bulog ya. Sekarang sudah mulai saya pikir sudah mulai masuk di ritel," ucap Budi di kantornya, Rabu (2/9/2026).

Disamping itu, Budi mengutarakan bahwa pemerintah secara konsisten terus berkoordinasi dengan pihak asosiasi ritel agar produk beras dari Bulog mampu menjangkau saluran penjualan yang lebih luas, termasuk minimarket dan ritel modern. 

Menurutnya, koordinasi strategis ini dijalin bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), yang diharapkan mampu memperluas aksesibilitas masyarakat terhadap pasokan beras dari Bulog.

"Aprindo kan yang jualan ya. Jadi kami koordinasi terus supaya justru supaya Bulog itu bisa memasuk ke Aprindo, ke Hippindo. Di asosiasinya ya. Di minimarket maupun di retail modern," ujar Budi.

Terkini

Tekanan Energi, Indocement Perkuat Bisnis Turunan

Minggu, 06 September 2026 | 00:28:01 WIB

Tantangan Perbankan Hadapi Persaingan Bunga Deposito Jumbo

Minggu, 06 September 2026 | 00:24:32 WIB

Bank Sembada Targetkan Kredit Rp 190 Miliar di Akhir 2026

Minggu, 06 September 2026 | 00:23:02 WIB

MUF Jaga NPF 1,31% hingga Agustus 2026, Jauh di Bawah Industri

Minggu, 06 September 2026 | 00:21:31 WIB