IHSG Diprediksi Mixed, Investor Cermati Rupiah dan Konflik

Minggu, 06 September 2026 | 00:03:02 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas dalam perdagangan hari Senin. Para pelaku pasar akan memantau berbagai katalis penting, mulai dari arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), rilis data ekonomi Amerika Serikat, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya pada penutupan akhir pekan, IHSG mengalami koreksi sebesar 0,47% menuju level 6.636 setelah sempat mencatatkan penguatan. Memasuki perdagangan awal pekan, pergerakan indeks saham diperkirakan masih dipengaruhi oleh sentimen global serta dinamika aliran dana dari investor asing.

Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, memperkirakan pergerakan IHSG akan berada di kisaran 6.580 sampai 6.700. Ia menetapkan titik support pada rentang 6.580 hingga 6.600 serta resistance pada level 6.680 sampai 6.700. 

“Selama IHSG masih mampu bertahan di atas 6.580, struktur pergerakan jangka pendek masih relatif sehat,” kata Hendra.

Faktor penopang lainnya adalah catatan net buy investor asing yang mencapai sekitar Rp1,6 triliun dalam sepekan terakhir. Dari kancah eksternal, pasar mencermati peluang pelonggaran moneter The Fed serta pergerakan imbal hasil US Treasury, kendati data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang kuat tetap perlu diwaspadai karena dapat mengubah ekspektasi pasar.

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah yang bertahan di kisaran Rp17.642 per dolar Amerika Serikat turut memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham domestik. 

Dari sisi teknikal, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai tren indeks masih berada dalam fase bullish, meski volume perdagangan yang menurun menuntut kehati-hatian dalam menerapkan manajemen risiko.

Di sisi lain, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada kisaran support 6.575 dan resistance 6.718. 

Audi mengingatkan bahwa risiko gangguan pasokan energi akibat ketegangan di Selat Hormuz serta menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar.

Terkini