Semester I 2026, Laba Bersih Bank INA Naik 163 Persen

Minggu, 06 September 2026 | 00:15:31 WIB
PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) atau Bank INA. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) atau Bank INA di bawah naungan taipan Anthoni Salim mencatatkan laba bersih sebesar Rp65,00 miliar hingga penutupan Juni 2026. 

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat sebesar 163,18% secara tahunan (year on year/YoY) apabila dibandingkan dengan perolehan pada periode serupa tahun sebelumnya yang berada di level Rp24,69 miliar.

Berdasarkan keterbukaan laporan keuangan, lonjakan laba bersih pada paruh pertama tahun ini utamanya didorong oleh kenaikan pendapatan komisi yang melonjak drastis hingga 712,85% (YoY), dari semulanya Rp3,93 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp31,95 miliar pada Juni 2026. 

Selain itu, performa laba perseroan juga disokong oleh pos pendapatan lain yang turut mengalami eskalasi sebesar 365,05% (YoY) menjadi Rp99,39 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp21,37 miliar.

Sementara itu, perolehan pendapatan bunga bersih perseroan tercatat senilai Rp350,50 miliar atau terkerek naik 9,38% (YoY) dari catatan tahun lalu yang menyentuh angka Rp320,44 miliar. 

Sejalan dengan hal tersebut, Bank INA pun membukukan penguatan yang kentara pada sisi laba operasional yang tumbuh sebesar 135,78% (YoY) hingga mencapai kisaran Rp90,83 miliar pada periode Juni 2026. 

Di sisi lain, perseroan membukukan rugi nonoperasional senilai Rp7,18 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan rugi nonoperasional pada periode tahun lalu yang tercatat sebesar Rp6,63 miliar.

Melalui fungsi intermediasi yang berjalan optimal, total penyaluran kredit perusahaan menembus angka Rp16,92 triliun, tumbuh sebesar 24,85% (YoY) dari posisi Rp13,55 triliun pada Juni 2025. 

Diikuti pula oleh akumulasi total aset Bank INA yang mendaki hingga 32,59% (YoY) sehingga menjadi sebesar Rp34,44 triliun. 

Pada rentang waktu yang sama, himpunan total dana pihak ketiga (DPK) milik perseroan berhasil terkerek naik 21,13% (YoY) ke posisi Rp26,12 triliun, dari torehan DPK semester I/2025 yang senilai Rp21,56 triliun.

Meninjau indikator kesehatan keuangan secara menyeluruh, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank INA mengalami penyesuaian turun dari angka 23,60% pada semester I/2025 menjadi 15,26% pada semester I/2026. 

Meskipun demikian, kualitas kredit menunjukkan tren pemulihan positif yang tercermin dari rasio NPL gross yang membaik ke level 4,11% dibandingkan periode sebelumnya 4,73%, serta NPL net yang turut menyusut ke posisi 3,23% dari semula 3,67%.

Adapun margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) terpantau terkoreksi tipis menjadi 2,36% dari catatan tahun lalu yang berada di level 2,79%. 

Kendati demikian, tingkat efisiensi operasional perusahaan terpantau semakin membaik, yang dibuktikan lewat rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berhasil ditekan turun dari 95,82% pada semester I/2025 menjadi 92,04% pada semester I/2026.

Terkini