Rahasia Perawatan Kulit dan Pemilihan Dokter ala Diana Pungky

Senin, 07 September 2026 | 05:06:02 WIB
Aktris Diana Pungky [FOTO: NET].

JAKARTA - Upaya merawat kesehatan kulit bagi seorang figur publik yang telah lama malang melintang dan menjadi bagian dari perjalanan industri kecantikan lintas generasi, kerap kali diidentikkan dengan rutinitas perawatan berbiaya fantastis yang semata-mata hanya mengikuti arus tren kekinian.

Kendati demikian, stigma keliru tersebut berhasil dipatahkan oleh aktris senior sekaligus Brand Ambassador Sciton, Diana Pungky, yang justru memiliki pakem pedoman tersendiri dalam merawat diri. Ia sama sekali tidak mudah tergiur oleh popularitas sesaat suatu prosedur kecantikan yang sedang marak di pasaran.

Bagi pesinetron kawakan ini, konsistensi dalam merawat diri serta ketepatan dalam menyeleksi dokter estetika jauh lebih esensial ketimbang sekadar coba-coba mengikuti berbagai tren estetika yang sedang ramai diperbincangkan publik.

Diana menekankan secara khusus bahwa investasi kesehatan kulit untuk jangka panjang menuntut tingkat selektivitas yang tinggi serta edukasi mandiri dari setiap pasien, alih-alih sekadar menelan mentah-mentah klaim instan tanpa adanya pembuktian medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tips memilih dokter dan perawatan kecantikan

Pantang terbawa arus tren viral

Sebagai figur publik yang telah aktif menjalani ragam prosedur perawatan kulit secara konsisten sejak usianya menginjak belasan tahun, Diana menyadari betul betapa krusialnya membentengi diri dengan menyeleksi informasi secara matang sebelum mengambil sebuah keputusan klinis.

Ia secara tegas menolak kebiasaan ikut-ikutan tren atau yang populer disebut sebagai fear of missing out (FOMO), yang kini sangat jamak dialami oleh masyarakat modern.

"Enggak FOMO sih. Jadi harus tanya-tanya juga, konsultasi sama dokter yang diperlukan apa," ungkap Diana dalam acara "Aesthetic Talk, Live Experience, and Media Session" yang digelar oleh Sciton di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Ia selalu meluangkan waktu secara khusus untuk menghimpun beragam testimoni jujur dari orang-orang di lingkungan terdekatnya, serta rajin membaca berbagai ulasan secara daring sebelum bersedia mencoba suatu teknologi inovasi perawatan estetika terbaru.

Diana mengungkapkan bahwa faktor keselamatan diri dan kejelasan rekam jejak perangkat alat medis menjadi penentu utamanya agar anatomi wajahnya tidak berisiko mengalami kerusakan akibat tindakan medis yang kurang tepat sasaran.

Menganggap dokter kecantikan seperti sahabat

Di samping sikap kritisnya yang tinggi terhadap pemanfaatan teknologi kecantikan, faktor kenyamanan dalam menjalin komunikasi dengan tenaga dokter spesialis merupakan harga mati bagi sang aktris.

Ia berpendapat bahwa hasil akhir perawatan yang memuaskan serta benar-benar selaras dengan keinginan bermula dari keterbukaan pasien dalam memaparkan keluhan secara rinci.

Oleh sebab itu, Diana sangat menganjurkan setiap orang untuk berupaya menemukan dokter estetika yang luwes diajak berdiskusi, layaknya tengah bertukar pikiran dengan kawan karib.

"Mungkin untuk dokter membuat kami jadi lebih kayak best friend-nya," ujar Diana.

Tatkala hambatan komunikasi kaku yang kerap terjadi antara pasien dan dokter telah berhasil dicairkan, Diana merasakan atmosfer yang jauh lebih rileks, aman, serta mantap dalam menjalani serangkaian tindakan medis di klinik.

Pola komunikasi dua arah yang cair ini diyakini mampu membuat dokter jauh lebih peka dalam memahami karakteristik personal serta pola gaya hidup harian pasien, sehingga setiap rekomendasi jenis perangkat alat yang diberikan benar-benar akurat sesuai dengan ekspektasi.

"Jadi kalau kayak best friend-nya kan kami jadi lebih kayak keluh kesah, kekurangannya apa, penginnya apa, kan kami jadi bisa lebih apa ya, lebih bisa curhat ke dokter itu," jelas Diana.

Memilih prosedur yang menunjang keseharian

Tuntutan aktivitas harian yang padat di industri hiburan memaksa Diana untuk senantiasa tampil prima dalam balutan sapuan tata rias (makeup) secara terus-menerus.

Kebutuhan rutinitas inilah yang menjadi alasan utama mengapa ia jauh lebih menjatuhkan pilihan pada prosedur perawatan dengan intervensi ringan (non-invasif), seperti penggunaan teknologi perangkat BroadBand Light (BBL) dan MOXI, yang terbukti sama sekali tidak mengganggu ataupun membatasi mobilitas jadwal kerjanya.

Ia secara spesifik memprioritaskan ragam perawatan yang memungkinkan kulit wajahnya langsung bisa diaplikasikan makeup tanpa harus melewati fase masa pemulihan (downtime) yang merepotkan.

Bagi Diana, rutinitas perawatan klinis yang dijalani secara konsisten ini tidak hanya berfungsi membuat pulasan makeup bertahan jauh lebih lama serta menempel sempurna di wajah, tetapi juga ampuh mendongkrak rasa percaya diri secara alami.

Ia membuktikan secara langsung bahwa perawatan non-invasif seperti BBL dan MOXI terbukti sangat diandalkan dalam menjaga kadar kelembapan sekaligus menonjolkan kesehatan tekstur kulit wajahnya, bahkan pada saat dirinya sedang bersantai di rumah tanpa tersorot lampu sorot kamera.

"Jadi walaupun aku misalnya langsung pergi enggak pakai makeup pun aku juga percaya diri gitu loh karena fresh, mukanya sehat," tutup Diana.

Terkini

Raphinha Kapten Baru Barca, Ukir Sejarah Pemain Brasil

Senin, 07 September 2026 | 05:49:31 WIB

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:46:02 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:32 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:31 WIB