Lewat Modifikasi Cuaca, BMKG Tekan Debu Vulkanik Anak Krakatau

Selasa, 08 September 2026 | 19:01:31 WIB
Letusan Gunung Anak Krakatau [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mematok target agar keberadaan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mereda dalam kurun satu hingga dua hari ke depan melalui skema Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menerangkan bahwa pelaksanaan OMC yang mulanya direncanakan melalui Posko Pondok Cabe dialihkan ke Semarang serta Kertajati.

"Kalau yang hari ini, modifikasi cuacanya itu untuk mengurangi kepekatan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau ya. Jadi ini kita di Posko Pondok Cabe nggak bisa terbang karena bandara closed," katanya di Graha Marinir, Senin (7/9/2026).

BMKG mempersiapkan dua skenario modifikasi cuaca demi menekan kepekatan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Apabila situasi di lapangan minim tutupan awan, armada pesawat bakal melakukan proses penyemprotan memakai cairan air yang dipadukan dengan bahan surfaktan.

"Jadi larutan tertentu yang mampu mengikat debu sehingga dia akan jatuh," ucapnya.

Di lain sisi, apabila tutupan awan mulai terbentuk, skema yang diterapkan akan disesuaikan. Pesawat bakal melakukan penyemaian awan memakai air yang dicampur formula semi-higroskopis guna memicu pertumbuhan awan sampai menurunkan hujan.

Ia menaruh harapan lewat penerapan dua teknik tersebut, kendala debu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat teratasi dalam rentang satu sampai dua hari ke depan.

Meski begitu, efektivitas tindakan sangat bergantung pada dinamika erupsi, utamanya apabila tidak muncul semburan baru yang melepaskan abu vulkanik.

"Dengan catatan tidak ada letusan-letusan baru ya yang menyemburkan debu-debu vulkanik yang baru," jelasnya.

Berkenaan dengan fenomena El Nino, Seto memaparkan bahwa periode kemarau bakal berlangsung panjang dan diprediksi mencapai intensitas puncak pada September hingga sebulan mendatang.

Menurut penjelasannya, imbas El Nino terasa amat masif lantaran berbarengan dengan musim kemarau. Kendati demikian, Seto memproyeksikan pada Oktober mendatang wilayah Indonesia bagian utara secara bertahap mulai diguyur hujan.

"Jadi paling berat memang sampai dengan akhir September. Kemudian perlahan-lahan eskalasi ini akan melemah, dimulai dengan bulan Oktober, November seluruh persoalan kekeringan, kebakaran hutan, sudah mulai selesai," kata Seto.

Terkini

Cek NIK Desil Berapa dan Penerima BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP

Selasa, 08 September 2026 | 21:23:02 WIB

Cek 6 Bansos Cair September 2026, Penyaluran Tembus 80 Persen

Selasa, 08 September 2026 | 21:18:01 WIB

Daftar Bansos Cair September 2026 dan Cara Cek Penerimanya

Selasa, 08 September 2026 | 21:11:32 WIB

Ibas Ajak Anak Muda Kritis Hadapi Pengaruh AI dan Algoritma

Selasa, 08 September 2026 | 21:07:01 WIB

Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis: Cek Desil dan Syaratnya

Selasa, 08 September 2026 | 21:03:32 WIB