Sesar Surabaya-Madura Berstatus Aktif, BMKG Minta Warga Waspada

Rabu, 09 September 2026 | 20:54:01 WIB
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang Ricko Kardoso. (Foto: NET)

JAKARTA – Viral unggahan di jagat maya mengenai keberadaan sesar aktif yang saat ini terdapat di wilayah Surabaya. Data yang diklaim akun @gempa_dan_cuaca berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut memiliki nama sesar Surabaya-Madura dan merupakan patahan aktif dengan karakter mendatar mengiri dengan panjang sekitar 90 kilometer.

Merespons hal tersebut, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang Ricko Kardoso mengakui sesar Surabaya-Madura tersebut memang berstatus aktif berdasarkan kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), yakni kelompok kerja nonstruktural di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum. 

"Berdasarkan kajian dari Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2017 lalu, dan pemutakhiran pada 2024 memang sesar yang dimaksud tersebut tercantum di dalamnya," ungkap Ricko, Rabu (9/9/2026).

Mengenai pemberitaan sesar Surabaya-Madura yang telah tersebar secara luas tersebut, Ricko mengungkapkan Indonesia memang merupakan wilayah yang rawan atas fenomena alam gempa bumi. Namun demikian, lanjut dia, masyarakat sepatutnya dapat berlaku bijak saat menerima informasi tersebut. 

"Sebagai masyarakat yang tinggal di daerah yang memang memiliki bahaya gempa seperti kita di Indonesia, sebaiknya bisa menyikapi informasi tersebut dengan bijak," ujarnya.

Untuk itu, Ricko pun mengatakan berbagai kajian yang dikeluarkan oleh ahli kegempaan tidak bermaksud untuk memantik kekhawatiran berlebih pada diri seluruh masyarakat mengenai bencana tektonik. 

Ia pun mengimbau warga untuk dapat menyikapi informasi tersebut dengan tenang dan mengedukasi diri dengan langkah-langkah mitigasi bencana alam. 

"Adanya kajian bahaya gempabumi oleh para ahli kegempaan adalah bukan untuk menimbulkan kepanikan, ketakutan, dan sejenisnya. Melainkan kita harus menyikapi dengan bijak, meningkatkan kapasitas dan pengetahuan kita terhadap apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah kejadian gempa bumi terjadi," imbaunya.

Lebih lanjut, ia menyebut peristiwa gempa bumi tidak dapat diprakirakan oleh sesiapapun pihak, termasuk otoritas terkait termasuk BMKG sekalipun. 

Ricko menyatakan pihaknya berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan pemberitaan secara rutin setiap harinya atas berbagai fenomena alam yang terjadi, termasuk pergerakan lempeng tektonik. 

"Karena hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi kapan terjadinya oleh siapapun kalau gempa buminya belum terjadi. Maka kesiapsiagaan individu sangat perlu untuk ditingkatkan. Seperti biasa, kami terus memonitoring aktivitas di wilayah Jawa Timur seperti tugas kami selama 24 jam dan 7 hari," ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam unggahan akun @gempa_dan_cuaca enam hari lalu di Instagram yang telah ditonton 499 ribu kali, disukai 16 ribu pengguna, serta telah menuai 1.068 komentar warganet itu, seseorang bernama Teguh Danang dalam video tersebut menjelaskan klaim mengenai keberadaan sesar aktif di Surabaya. 

"Sudah tahu kah kalian, Surabaya Memiliki Patahan Aktif Baru? Ini daerah yang di lintasinya," tulis akun @gempa_dan_cuaca dalam keterangan unggahan video tersebut.

Dalam unggahan tersebut, Teguh mengungkap nama dan jenis sesar yang dimaksud. Ia menyebut berdasar rilis dari Kementerian ESDM, sesar itu bernama Surabaya-Madura, dan merupakan patahan aktif mendatar mengiri dengan panjang sekitar 90 kilometer, yang mengarah dari barat daya ke timur laut. 

"Tempat patahnya yaitu dari Bangkalan, Surabaya sampai ke Kabupaten Sidoarjo. Arah patahnya barat daya ke timur laut ya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia pun menunjukkan sejumlah wilayah di Kota Pahlawan yang disebut-sebut berada di bawah lintasan sesar aktif tersebut. 

Di Surabaya, lintasan itu disebut mulai dari kawasan timur Kota Surabaya, yakni Jalan Kenjeran, kemudian menuju Jalan Karangasem, lalu Jalan Pacar Kembang, Universitas Airlangga yang terletak di Jalan Dharmawangsa, hingga menuju wilayah pusat dan selatan Surabaya. 

"Lanjut lagi kita susuri ternyata di bawah Universitas Airlangga ya. Ini membelah dari Jalan Dharmawangsa ya, Jalan Nias. Lanjut lagi kita susuri lagi ini ke Rumah Sakit Umum Siloam Surabaya. Lanjut ke wilayah Jalan WR Supratman. Lanjut lagi sampai ke wilayah Jalan Kembang Kuning Makam," jelasnya.

Teguh pun kemudian tetap melakukan arah sesar tersebut yang ditampilkannya hingga melintas di Jalan Bintang Diponggo dan sejumlah wilayah Surabaya barat, seperti Hill Padel Jalan Dukuh Pakis, Jalan Villa Bukit Mas hingga Jalan Tol Surabaya-Porong. 

"Terus lanjut lagi ujungnya sampai mana? Kita susuri lagi membelah Jalan Raya Menganti. Lanjut daerah mana? Kita sampai daerah mana? Lanjut lagi sampai ke wilayah Royal Residence Cluster Organica ya. Lanjut lagi ini di bawah Royal Residence Cluster kita lanjut lagi ke Waduk Thuk. Lanjut lagi ini aktif sampai ujungnya, sampai di wilayah Hutan Kota Sumur Welut," sambungnya.

Terkini