Presiden Kerahkan 11 Kapal AL Cari Lima Jurnalis Hilang

Kamis, 10 September 2026 | 18:51:01 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto sejak Senin (7/9) malam sudah memerintahkan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali agar lekas menggelar pencarian terhadap lima jurnalis serta tiga kru kapal yang dilaporkan terputus kontaknya. 

Mereka putus kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, ketika meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kamis menuturkan bahwa pihak TNI Angkatan Laut (TNI AL) pada tanggal yang sama langsung mengerahkan armada kapalnya guna menjalankan pencarian.

"Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI AL langsung mengirim kapal-kapalnya," kata Teddy.

Merujuk pada laporan KSAL, keseluruhan terdapat 11 kapal gabungan yang langsung bergerak melakukan pencarian. 

Sebelas kapal tersebut mencakup KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang 1-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017.

Seskab juga menyampaikan panjatan doa bagi keselamatan seluruh rombongan serta berharap mereka bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.

"Doa kami untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, kelima jurnalis beserta tiga kru kapal dilaporkan terputus kontaknya di perairan Selat Sunda pada hari Senin (7/9). 

Mereka terdiri dari M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), serta Donal (jurnalis lepas), Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Berdasarkan keterangan awal, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) kira-kira pukul 14.00 WIB. 

Salah seorang jurnalis sempat mengirimkan titik koordinat terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Akan tetapi, komunikasi bersama rombongan tersebut lantas terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu keberadaan mereka belum diketahui secara pasti. Tim SAR selanjutnya melaksanakan operasi pencarian berlandaskan pada titik komunikasi serta lokasi terakhir yang terdeteksi.

Terkini