Pemerintah Tangani 2.200 Lokasi Kekeringan El Nino

Kamis, 10 September 2026 | 21:11:32 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan telah melaksanakan penanggulangan darurat kekeringan di 2.200 titik yang terdampak anomali iklim El Nino lintas wilayah di Indonesia. 

Menteri PU Dody Hanggodo mengemukakan bahwa langkah tersebut dijalankan sebagai mitigasi bencana iklim demi menjamin ketersediaan air bersih bagi pemukiman penduduk, mempertahankan produktivitas area irigasi, sampai menunjang pemadaman titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu,” ujar Dody dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Dody merinci bahwa dari total 2.200 titik yang ditangani, sebanyak 1.677 titik merupakan wilayah permukiman penduduk, 240 titik kawasan irigasi atau lahan pertanian sawah, serta 283 titik area karhutla. 

Sampai awal September 2026, sebanyak 1.760 titik penanganan intervensi telah rampung diselesaikan, sedangkan 440 titik sisanya masih terus digenjot percepatannya di lapangan.

Pada bidang pertanian, pihak berwenang membeberkan telah menjalankan aktivitas pemompaan air hingga pembersihan saluran irigasi guna memulihkan suplai air serta menyelamatkan lahan sawah seluas 53.052 hektare (ha). 

Di sisi lain, untuk sektor permukiman, Kementerian PU telah mendistribusikan bantuan air bersih sejumlah 14,1 juta liter guna mencukupi keperluan harian 857.725 jiwa.

“Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Saya sudah minta jajaran untuk siaga dan bergerak, terutama untuk membantu menjaga akses dan layanan dasar masyarakat,” tegas Dody.

Dari aspek kewilayahan, persebaran penanganan kekeringan paling banyak berada di Pulau Jawa sejumlah 1.291 titik, diikuti Kalimantan 412 titik, Sulawesi 199 titik, serta Sumatra 124 titik. Negara berkomitmen untuk memperketat pengawasan berkala agar ketahanan air serta kedaulatan pangan nasional senantiasa terjaga di tengah pergeseran situasi iklim.

Terkini