Menag: MTQ Nasional Kini Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

Sabtu, 12 September 2026 | 17:17:32 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi pesta rakyat lintas agama.

"MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia," katanya, pada Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI, di Semarang, Jumat malam.

Menurut dia, MTQ Nasional bukan hanya menjadi perhelatan umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. 

Kemeriahan penyelenggaraan MTQ di Indonesia menunjukkan nilai-nilai Al Quran dapat menghadirkan kegembiraan dan persaudaraan bagi seluruh masyarakat.

Ia menceritakan pengalamannya saat menghadiri kegiatan keagamaan di sejumlah daerah, seperti pada penyelenggaraan Pesparawi di Manokwari yang kepanitiaannya melibatkan seorang muslim. 

Sedangkan pada MTQ tingkat provinsi di Sulawesi Utara, masyarakat Kristen turut terlibat, termasuk melalui paduan suara gereja yang menyanyikan Mars MTQ.

Kebersamaan serupa juga terlihat dalam Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Jateng saat masyarakat nonmuslim turut hadir dan bergembira menyambut para kafilah di Kota Semarang.

Ia menilai MTQ merupakan salah satu pesta rakyat yang meriah di Indonesia yang tumbuh melalui proses pembinaan berjenjang dari lingkungan masyarakat hingga tingkat nasional.

Besarnya antusiasme masyarakat juga terlihat dari panjangnya daftar daerah yang ingin menjadi tuan rumah. Oleh karena itu, Kementerian Agama memutuskan penyelenggaraan MTQ Nasional dilakukan setiap tahun, agar kesempatan bagi daerah semakin terbuka.

Menurut Nasaruddin, Indonesia juga menjadi salah satu kiblat penyelenggaraan MTQ di tingkat internasional karena pelaksanaan MTQ di Indonesia memiliki skala besar dengan keterlibatan peserta, pemerintah daerah, dan masyarakat luas. 

Kemeriahan di Jawa Tengah, kata dia, sudah terlihat sejak peluncuran logo MTQ, ditambah antusiasme masyarakat semakin terasa menjelang pembukaan dan dimulainya seluruh cabang perlombaan.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Kemenag dan LPTQ Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah. 

Terakhir, MTQ Nasional digelar di Jateng pada tahun 1979 atau tepat 47 tahun silam sehingga segala hal untuk kesuksesan dan kelancaran MTQ Nasional XXXI telah disiapkan dengan matang.

Ia berharap MTQ Nasional juga memberikan dampak ekonomi bagi Jawa Tengah.

"Mewakili masyarakat Jateng kami ucapkan selamat datang. MTQ Nasional ini memiliki makna mempersatukan kami yang berasal dari berbagai wilayah geografis Indonesia, dan pada hari ini berkumpul bersama di Jateng," katanya.

Terkini