Pemprov DIY Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan Bagi UMKM

Sabtu, 12 September 2026 | 17:34:01 WIB
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil serta Mikro (UKM) Provinsi DI Yogyakarta menggarisbawahi bahwa pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak boleh sekadar berhenti pada penyelenggaraan pameran semata. (Foto: NET)

JAKARTA — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil serta Mikro (UKM) Provinsi DI Yogyakarta menggarisbawahi bahwa pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak boleh sekadar berhenti pada penyelenggaraan pameran semata. 

Pemerintah daerah menetapkan sasaran terhadap ratusan ribu wirausaha skala kecil agar mampu mengembangkan bisnis mereka melalui tata kelola arus kas yang profesional serta kepastian akses pembiayaan yang aman.

"Literasi pembiayaan keuangan bagi UMKM itu sangat penting, dan itu harus selalu digaungkan, disosialisasikan, dikampanyekan, agar pelaku UMKM bisa berhati-hati dari yang paling sederhana seperti pencatatan masalah keuangan," ujar Agus Mulyono selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DI Yogyakarta ketika ditemui seusai membuka ajang SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 bertempat di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, pada hari Sabtu (12/9/2026).

Agus membeberkan bahwa para pelaku usaha kecil masih menunjukkan kedisiplinan yang minim terkait pencatatan pembukuan keuangan. Sebagian besar dari mereka dinilai belum cakap dalam memisahkan antara pos keuangan rumah tangga dengan keperluan dana operasional usaha harian. 

Kondisi semacam ini berpotensi memicu kendala pelik manakala wirausahawan membutuhkan tambahan suntikan modal dari pihak luar. Program edukasi serta perluasan literasi finansial ini diharapkan mampu membuka wawasan pelaku usaha agar kian terampil dan efisien dalam memanfaatkan dana pinjaman.

Pemerintah Provinsi DIY terus berupaya mengintegrasikan program penyuluhan tersebut melalui platform aplikasi pembinaan mandiri bernama SiBakul. Berdasarkan basis data aplikasi mutakhir, tercatat sebanyak 347.000 UMKM telah menjadi bagian dari binaan resmi yang tersebar di seluruh penjuru wilayah DIY. 

Angka partisipasi aktif para pelaku usaha tercatat terus menanjak secara signifikan setiap tahunnya. Kendati demikian, Agus mengakui bahwa jalan panjang masih harus ditempuh oleh sektor UMKM untuk mencapai kemandirian paripurna atau naik kelas, yang tentunya menuntut sinergi serta kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DI Yogyakarta saat ini tengah memfokuskan pendalaman pada enam pilar utama guna mengakselerasi laju pertumbuhan UMKM binaan. 

Keenam pilar tersebut mencakup bidang produksi, kualitas sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, sistem pembiayaan, strategi pemasaran, hingga optimalisasi pemanfaatan teknologi digital.

Penyelenggaraan SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 merupakan bagian dari rangkaian ikhtiar Pemerintah Provinsi DIY dalam membina sektor UMKM lokal. 

Agus menerangkan bahwa perhelatan akbar ini terlaksana berkat dukungan alokasi Dana Keistimewaan serta kerja sama strategis bersama Astra Finansial sebagai salah satu pilar industri jasa keuangan nasional.

Agus menilai bahwa visi pembangunan yang diusung oleh pemerintah daerah dan pihak Astra Financial memiliki keselarasan yang sangat kuat pada tahun ini. 

Kedua belah pihak sama-sama menaruh perhatian besar terhadap upaya peningkatan kecakapan finansial, perluasan literasi pembiayaan, serta pendampingan UMKM yang berkesinambungan.

Wakil Presiden Direktur Konglomerasi Keuangan Astra, yakni Agus Prayitno, turut mengonfirmasi adanya kesamaan visi tersebut. 

Keterlibatan pihak Astra Financial dalam kemeriahan ajang ini merepresentasikan wujud komitmen jangka panjang korporasi dalam mendukung agenda inklusi keuangan yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kehadiran kami dalam mendukung SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 tidak hanya mengajak masyarakat menjalani hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui Gerakan Cakap Keuangan," tutur Agus Prayitno.

Sinergi lintas sektor ini menyuguhkan pengalaman edukasi literasi keuangan dalam balutan konsep interaktif bagi 5.000 peserta ajang lari. Guna mendekatkan wawasan pengelolaan finansial kepada masyarakat, Astra Financial mendirikan fasilitas khusus bertajuk Pendopo Gerakan Cakap Keuangan. 

Fasilitas tersebut memperkenalkan beragam program layanan inklusi dari berbagai unit bisnis Astra secara langsung. Pengunjung leluasa mengeksplorasi layanan keuangan terintegrasi mulai dari FIFGROUP, ACC, Asuransi Astra, hingga Bank Saqu.

Terkini

Bulog NTT Pastikan Pangan Korban Gempa Flores Terpenuhi

Sabtu, 12 September 2026 | 19:16:32 WIB

Normalisasi Sungai Atasi Kekeringan Sawah Lamongan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:05:31 WIB

Strategi MUF Dorong Pembiayaan Kendaraan Listrik dan Hybrid

Sabtu, 12 September 2026 | 19:02:02 WIB