Kemenekraf Aktifkan Ruang Publik Aceh Tamiang untuk Pelaku Ekraf

Sabtu, 12 September 2026 | 17:37:01 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghidupkan kembali ruang-ruang publik yang sempat diterjang banjir, guna dijadikan sarana aktivasi kreatif dalam memicu produktivitas beserta daya resiliensi para pelaku ekonomi kreatif di wilayah Aceh Tamiang.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwasanya agenda pemberdayaan ekonomi pascabencana merupakan pengejawantahan riil dari Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026, demi memacu ekosistem ekonomi kreatif supaya sanggup kembali berdenyut dan berkembang makin pesat.

“Kami hadir dalam upaya pemberdayaan ekonomi pascabencana, amanah yang diberikan kepada kami hari ini adalah bagaimana mendorong ekosistem ekonomi kreatif agar dapat kembali bergerak dan tumbuh lebih besar. Fokus utamanya adalah bagaimana masyarakat tetap bisa berdaya di tengah kondisi pascabencana ini,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Sabtu (12/9/2026).

Sokongan nyata tersebut direalisasikan lewat ajang lokakarya 'Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih’ di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, serta Provinsi Sumatera Barat.

Inisiatif tersebut bertindak sebagai bagian dari alur program Ekraf Peduli 'Pulih Bersama, Bangkit Berdaya' berbentuk pelatihan beserta sertifikasi kompetensi untuk membangkitkan sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di lokasi terdampak.

Lewat skema workshop, para peserta memperoleh pembekalan praktis yang mendalam mengenai langkah mitigasi risiko, ketahanan unit usaha, hingga taktik promosi berbasis digital.

Sesi edukasi beruntun tersebut diampu oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Samudra yang bertindak sebagai ahli kebencanaan, Furqan Ishak Aksa, bersama praktisi spesialis media digital, Hardian Lutfi Silitonga.

Sebanyak 80 peserta yang mencakup jajaran pelaku usaha lokal, tokoh penggerak komunitas, hingga perintis usaha baru pada rentang usia 18–45 tahun, mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusiasme.

Riefky mengutarakan bahwa pemulihan pascabencana tak sekadar menitikberatkan perbaikan sarana fisik semata, melainkan turut menyasar penguatan fondasi ekonomi kreatif warga daerah. Lini ekraf dinilai mampu bertindak sebagai solusi konkret untuk menekan angka pengangguran sekaligus mencetak lapangan pekerjaan teranyar.

“Sebagai mesin baru pertumbuhan nasional, sektor ekraf telah memberikan kontribusi PDB sebesar 7,3 persen, sehingga bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bagi Aceh Tamiang," ujar Teuku Riefky.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi mengharapkan peningkatan keahlian (up skilling) yang dienyam para peserta sanggup meletupkan produktivitas kawasan Aceh Tamiang yang menderita dampak cukup parah, di mana terdata 103 kantor serta akses jalan desa hancur lebur.

Menurut pandangannya, lewat sektor ekonomi kreatif para peserta sanggup ikut memacu laju pertumbuhan ekonomi daerah secara siginifikan berbekal sajian konten yang positif.

Eksekusi pelatihan tatap muka ini dilaksanakan pada 11-12 September 2026, yang dipilah ke dalam dua tahap gelombang terpisah.

Hasil akhir yang ditargetkan dari program ini yakni terwujudnya ketahanan bisnis lokal pascabencana beserta peningkatan adaptasi digital bagi para pelaku usaha. Di samping itu, ikatan jejaring antarpelaku ekonomi kreatif diharapkan makin solid guna menopang percepatan pemulihan ekonomi kawasan secara berkesinambungan.

Terkini

Ekspedisi Patriot Percepat Hilirisasi Produk Lokal Manokwari

Sabtu, 12 September 2026 | 19:28:01 WIB

Proyeksi IHSG Pekan Depan Volatil di Rentang 6.450-6.700

Sabtu, 12 September 2026 | 19:19:32 WIB

Bulog NTT Pastikan Pangan Korban Gempa Flores Terpenuhi

Sabtu, 12 September 2026 | 19:16:32 WIB