Apple Siapkan Server AI dengan Chip M8 Ultra, Dijual 2029

Rabu, 16 September 2026 | 20:47:00 WIB

LIPUTANFINANSIAL.COM — Apple tengah mengembangkan server AI kelas enterprise bertenaga chip M8 Ultra dan berencana menjualnya ke pengembang AI, perusahaan, hingga pemerintah. Rencana ini masih dalam tahap awal dan belum final, dengan target peluncuran baru sekitar 2029. Jika terealisasi, langkah ini menandai masuknya Apple ke pasar infrastruktur data center yang selama ini dikuasai pemain lain.

Apple dilaporkan sedang menggarap server khusus kecerdasan buatan yang ditenagai chip M8 Ultra. Proyek ini bukan sekadar untuk kebutuhan internal, melainkan produk yang akan dijual ke pihak luar. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The Information dan dikutip sejumlah media teknologi.

Pengerjaan proyek tersebut kabarnya sudah berjalan sekitar satu tahun. CEO Apple, John Ternus, disebut mendukung penuh rencana ini. Meski begitu, belum ada keputusan final soal peluncurannya.

Dua Versi Server Sedang Dikembangkan

Apple disebut menyiapkan dua varian server dengan konfigurasi chip berbeda. Versi kecil akan menampung dua chip M8 Ultra yang diklaster menjadi satu.

Sementara versi besar dirancang memuat empat chip M8 Ultra sekaligus. Konfigurasi ini ditujukan untuk menangani beban kerja AI yang jauh lebih berat, seperti pelatihan dan inferensi model berskala besar.

Apple Pertimbangkan Teknologi Jaringan Nvidia

Salah satu aspek menarik dari laporan ini adalah kemungkinan Apple memakai NVLink Fusion, produk jaringan milik Nvidia. Teknologi itu mencakup switch, chiplet, dan perangkat lunak yang membantu antar-chip berkomunikasi di dalam data center.

Jika benar terwujud, ini jadi kombinasi tak biasa. Apple selama ini dikenal mengembangkan ekosistem sendiri, sementara Nvidia adalah pemain dominan di pasar akselerator AI. Kerja sama semacam ini bisa mempercepat adopsi server Apple di lingkungan data center yang sudah terbiasa dengan standar Nvidia.

Target Pasar: Pengembang AI hingga Pemerintah

Server ini kabarnya menyasar pengembang AI, kalangan bisnis, dan instansi pemerintah. Ketiga segmen itu memang sedang gencar membangun infrastruktur komputasi untuk menjalankan model AI generatif.

Pasar server AI sendiri sedang panas. Permintaan chip dan sistem khusus AI melonjak sejak ledakan model bahasa besar beberapa tahun terakhir. Apple ingin mengambil porsi dari pasar yang selama ini banyak diisi solusi berbasis GPU Nvidia.

Peluncuran Baru Sekitar 2029

The Information menyebut rencana ini belum final dan proyeknya bisa saja dibatalkan sebelum 2029. Tenggat waktu tersebut terbilang jauh, sehingga masih banyak ruang bagi Apple untuk mengubah arah.

Alasan di balik masuknya Apple ke segmen ini cukup masuk akal. Banyak pengguna sudah memakai klaster Mac Studio untuk menjalankan model AI secara lokal. Dari situ terlihat ada permintaan terhadap server Apple yang lebih bertenaga.

Pertanyaan besarnya, apakah proyek ini cukup jadi prioritas bagi Apple untuk benar-benar diluncurkan. Perusahaan biasanya selektif dalam memasuki kategori produk baru, apalagi yang menyasar pasar enterprise dan pemerintah.

Dampak ke Pengguna Indonesia

Untuk konsumen Indonesia, rencana ini kemungkinan tidak berdampak langsung dalam waktu dekat. Server AI kelas enterprise menyasar perusahaan dan lembaga, bukan pengguna rumahan.

Namun, jika Apple benar masuk ke pasar infrastruktur AI, ekosistem layanan berbasis AI yang berjalan di atasnya bisa ikut berkembang. Layanan cloud dan aplikasi AI yang dipakai pengguna sehari-hari di Indonesia berpotensi merasakan efek tidak langsungnya.

Yang jelas, ini masih sebatas laporan awal. Belum ada konfirmasi resmi dari Apple soal spesifikasi, harga, maupun tanggal peluncuran server M8 Ultra tersebut.

Terkini