JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan bahwa derajat harmoni sosial keagamaan di Tanah Air menembus angka 77,85%. Baginya, persentase tersebut merupakan perolehan puncak yang pernah dicapai selama kurun waktu sejarah negara ini.
Pernyataan tersebut diutarakan Nasaruddin saat melafalkan doa dalam seremoni peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Dalam untaian doanya, Nasaruddin mengungkapkan rasa terima kasih atas kemerdekaan Indonesia yang kini telah berumur 81 tahun. Ia pun menghargai beragam ikhtiar pemerintah di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam merealisasikan keadilan dan kemakmuran sosial.
"Semuanya itu dimungkinkan karena Engkau juga telah menganugerahkan puncak kerukunan sosial keagamaan tertinggi, 77,85%, yang belum pernah dicapai sepanjang sejarah bangsa ini," kata Nasaruddin dalam doa yang dibacakan pada upacara tersebut.
Ia juga memohon supaya momen perayaan kemerdekaan ini menjadi sarana perwujudan syukur atas kebebasan yang telah dikaruniakan kepada warga Indonesia.
Nasaruddin berharap pihak pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat sanggup senantiasa mengisi kemerdekaan dengan beraneka pencapaian serta menyediakan kesempatan bagi tunas bangsa untuk meraih prestasi terbaik.
Selain itu, ia berdoa agar Indonesia terlindungi dari pelbagai fitnah, musibah, dan perpecahan yang berpotensi melemahkan ketangguhan negara.
"Seandainya hari ini hanya Engkau akan menerima satu doa, maka kabulkanlah doa pemimpin negeri kami, karena doanya pasti akan berdampak kepada segenap dan seluruh warga bangsa dan negerinya," ucapnya.
Nasaruddin juga mengimbau bahwa Indonesia masih menempuh rute panjang, rintangan berat, serta kewajiban yang mesti dipikul dalam mengisi kemerdekaan.
Ia memohon agar penduduk Indonesia dianugerahi ketakwaan dan kemuliaan niat supaya sanggup melampaui beragam hambatan tersebut.
Di dalam doanya, Menag ikut mengenang pengabdian para pendahulu serta pejuang yang wafat demi meraih dan menjaga kemerdekaan Indonesia. Ia mendoakan agar para pahlawan memperoleh tempat mulia di sisi Tuhan.
Nasaruddin kemudian mengutarakan asa agar Indonesia tumbuh menjadi negara yang dipenuhi berkah, damai, dan makmur.
"Kami sangat mendambakan dari-Mu ya Allah, kiranya bangsa kami Engkau tuntun menjadi contoh, “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” – negeri indah penuh berkah, negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentram karta raharja," pungkasnya.