Transaksi BI-FAST BTN Melonjak 30% Nyaris Sentuh 13 Juta per Juli 2026

Transaksi BI-FAST BTN Melonjak 30% Nyaris Sentuh 13 Juta per Juli 2026
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatatkan peningkatan transaksi BI-FAST yang kuat hingga Juli 2026. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyatakan, volume transaksi BI-FAST BTN telah mendekati 13 juta transaksi atau bertumbuh sekitar 30% secara tahunan (yoy). 

Seiring dengan kenaikan volume transaksi, nilai transaksi BI-FAST BTN pun naik 31% yoy menjadi Rp 42,3 triliun sampai dengan Juli 2026. Thomas mengungkapkan, kenaikan itu mencerminkan semakin tingginya keyakinan dan kebutuhan nasabah terhadap layanan transfer antarbank yang cepat, mudah, serta efisien.

Thomas memandang lonjakan transaksi BI-FAST turut memperkuat ekosistem transaksi digital BTN. Sebab, fasilitas tersebut kini kian berperan dalam mendukung aktivitas transaksi nasabah, di samping memberikan sumbangsih terhadap pendapatan bank. 

Dari segi pendapatan, fee based income (FBI) yang bersumber dari layanan BI-FAST BTN memperlihatkan tren kenaikan sampai Juli 2026. Thomas menyebutkan BI-FAST memberikan andil sekitar 20% terhadap FBI digital BTN.

“BI-FAST tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan transfer antarbank secara cepat dan efisien, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kinerja bisnis digital BTN,” katanya, Selasa (18/8/2026).

BTN meyakini pertumbuhan transaksi BI-FAST masih akan terus berlanjut hingga penghujung 2026. Thomas menuturkan pihaknya mematok target jumlah transaksi BI-FAST mencapai sekitar 20–22 juta transaksi sepanjang tahun ini. 

Sasaran tersebut sebanding dengan pertumbuhan sekitar 25% jika dibandingkan realisasi transaksi BI-FAST BTN pada 2025.

Guna menggapai target tersebut, BTN menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari penguatan kapabilitas digital serta infrastruktur, perluasan akses beserta ekosistem transaksi digital, hingga peningkatan engagement serta literasi nasabah. 

Dari sisi infrastruktur, BTN akan senantiasa memastikan kesiapan kapasitas dan keandalan sistem pada beragam kanal transaksi serta infrastruktur penunjang. Upaya itu dijalankan guna mengakomodasi peningkatan transaksi BI-FAST sekaligus mempertahankan mutu layanan dan keamanan transaksi nasabah.

BTN pun akan memperluas pemanfaatan BI-FAST di bermacam kanal serta memperkuat konektivitas bersama ekosistem dan mitra strategis. 

Dengan begitu, layanan BI-FAST diharapkan mampu dimanfaatkan secara lebih luas untuk berbagai keperluan transfer antarbank nasabah. 

Di samping itu, BTN akan meningkatkan komunikasi dan edukasi kepada nasabah lewat berbagai saluran. Langkah ini diarahkan guna mendongkrak pemahaman nasabah perihal kemudahan, kecepatan, keamanan, serta manfaat BI-FAST di dalam aktivitas transaksi sehari-hari.

Kenaikan transaksi BI-FAST, terang Thomas, bakal selaras dengan pergeseran perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index