JAKARTA - Pemerintah memastikan distribusi bantuan pangan bagi korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berjalan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pihak Bapanas telah menyalurkan bantuan berupa beras serta minyak goreng sejak berita bencana tersebut disampaikan. Adapun dana yang dialokasikan mencapai Rp 100 miliar.
"Bantuan sudah kami kirim, sampai dengan hari ini kurang lebih sudah Rp 100 miliar ya itu baru beras, dan nanti mungkin minyak goreng," tegas Amran dalam konferensi pers di Kantornya, Selasa (18/8/2026).
Amran menyampaikan bahwa dana tersebut dialokasikan dari anggaran APBN. Menurut pandangannya, Bapanas memang memiliki pos anggaran khusus yang dialokasikan untuk penanggulangan bencana.
Lebih lanjut, Amran menekankan bahwa penanganan bencana menjadi prioritas utama pemerintah. Amran menuturkan sejak musibah gempa ini terjadi, pihaknya langsung memberikan instruksi agar pihak Bulog segera mendistribusikan pasokan beras ke daerah yang terdampak.
"Sabtu itu langsung kami ambil keputusan yang butuh beras Bulog kami telepon Dirut Bulog dan administrasi menyusul," tegas Amran.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 68 jiwa hingga tanggal 17 Agustus 2026.
Disamping itu, sebanyak 213 warga menderita luka-luka. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengemukakan bahwa data tersebut masih terus dimutakhirkan seiring dengan kelanjutan proses penanganan di lokasi terdampak.
"Kami akan membacakan bahwa data yang kami peroleh hingga saat ini sebanyak 68 jiwa yang meninggal," kata Berton dalam konferensi pers Update Penanganan Pasca Gempabumi M7, 7 di NTT yang dipantau secara daring melalui YouTube BNPB Indonesia, Senin (17/8/2026).
Berton merinci, para korban jiwa tersebut tersebar di tujuh wilayah kabupaten. Sebanyak 26 jiwa wafat di Kabupaten Manggarai, 24 jiwa di Manggarai Timur, 8 jiwa di Nagekeo, 4 jiwa di Sikka, serta masing-masing 2 jiwa di Ende, Manggarai Barat dan Ngada.
Sebagai catatan, gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang kawasan Flores, NTT, pada hari Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Guncangan gempa dangkal tersebut berpusat sekitar 30 kilometer sebelah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Guncangan tersebut memicu gelombang tsunami di beberapa kawasan dan kemudian disusul oleh ribuan gempa susulan. Pihak BMKG mencatat bahwa peringatan dini tsunami telah selesai pada pukul 07.30 WIB.