JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) membukukan pembiayaan inklusif menyentuh Rp114,7 triliun hingga Juni 2026, melonjak dibanding perolehan pada 2023 yang sebesar Rp84,3 triliun. Capaian rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) BSI pun menginjak 33,65%, berada di atas patokan batas minimum regulator yang sebesar 30%.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengungkapkan, pengucuran pembiayaan inklusif merupakan bagian dari komitmen perseroan demi mengawal program perekonomian nasional.
“Secara nominal, pembiayaan inklusif BSI terus meningkat dari Rp84,3 triliun pada 2023 menjadi Rp114,7 triliun hingga Juni 2026,” kata Bob dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal II/2026 BSI secara virtual, Jumat (21/8/2026).
Bob menjelaskan, sokongan tersebut dialirkan lewat lima agenda program prioritas pemerintah. Rinciannya, alokasi sebesar Rp1,5 triliun disalurkan untuk program Koperasi/Desa Merah Putih, sebagai wujud kontribusi BSI dalam memperkokoh ekonomi kerakyatan.
Berikutnya, dana sebesar Rp6,2 triliun dialokasikan pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Perseroan juga menyokong agenda pembangunan serta perbaikan 3 juta rumah dengan mengucurkan total dana mencapai Rp19,9 triliun guna menghadirkan tempat tinggal yang layak bagi warga.
“Total penyaluran sebesar Rp19,9 triliun yang mencakupi sisi supply, which is end usernya dan sisi demand, which is pengusaha-pengusaha yang men-supply pembangunan rumah tersebut,” ungkapnya.
BSI turut mengambil bagian pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) lewat pembiayaan rumah subsidi guna memfasilitasi aspirasi program perumahan rakyat. Akumulasi penyalurannya hingga Juni 2026 terdaftar mencapai Rp311 miliar.
Selanjutnya, keseluruhan pembiayaan yang dikucurkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi menyokong program makan bergizi gratis (MBG) menembus angka Rp362 miliar.
“Melalui berbagai program tersebut, tentunya BSI berupaya untuk memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.