Bantu Korban Gempa NTT, Pertamina Pasok 200.000 Liter Pertalite

Bantu Korban Gempa NTT, Pertamina Pasok 200.000 Liter Pertalite
Ilustrasi Terminal BBM [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menggelontorkan tambahan suplai bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite sebanyak 200.000 liter demi mencukupi keperluan energi warga di kawasan yang menderita dampak musibah gempa bumi bertempat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya terus memperkuat ketahanan pasokan BBM di wilayah NTT.

"Pada Senin ini kapal MT Musi bersandar di Dermaga Fuel Terminal (FT) Reo dan menyalurkan 200.000 liter BBM jenis pertalite untuk mengamankan kebutuhan energi masyarakat di wilayah Manggarai," ujarnya.

Menurut dia, kapal tanker MT Musi tercatat sebagai armada armada keempat yang merapat di Dermaga FT Reo, Kabupaten Manggarai, terhitung sejak Selasa (18/8) atau tepat berselang tiga hari pascagempa mengguncang pada tanggal 15 Agustus silam.

Penerimaan pasokan pertalite dari kapal MT Musi dilakukan untuk menjaga stok BBM di tingkat aman pascabencana.

"Hari ini pasokan pertalite kembali diperkuat dengan kedatangan kapal MT Musi. Kami melakukan pembongkaran muatan sebesar 200.000 liter sesuai dengan safe capacity atau kapasitas aman tangki penerimaan di terminal kami yang saat ini masih menyimpan stok 300.000 liter dari total kapasitas 500.000 liter. Setelah pembongkaran di Reo selesai, kapal akan segera bertolak untuk menyuplai pasokan ke Fuel Terminal Waingapu, NTT," ujar Kitty.

BBM jenis pertalite tersebut nantinya akan didistribusikan ke sejumlah daerah yang masuk dalam wilayah operasional Reo, mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan sebagian Manggarai Timur.

Menurut Kitty, akumulasi pasokan logistik BBM yang berhasil masuk serta didistribusikan via FT Reo sejak awal bencana gempa menimpa kini telah menyentuh angka sekitar 2.000.000 liter yang mencakup varian produk pertamax, pertalite, biosolar, hingga avtur.

Berkenaan dengan pola distribusi jalur darat, Kitty menuturkan pula bahwa jajaran FT Reo bergerak secara tanggap mengatasi hambatan infrastruktur jalan yang sempat terputus pada akses penghubung wilayah Manggarai Timur menuju SPBU Borong/Kota.

Strategi mitigasi khusus diterapkan agar pasokan energi tidak terhenti.

"Strategi kami adalah melangsir BBM dari mobil tangki ke dalam drum, lalu dibawa melewati jalur putus atau jembatan hingga sampai ke SPBU. Hari berikutnya, sisa pasokan dikirim ke mobil tangki penerima. Hari ini kami coba kirim full menggunakan mobil tangki kapasitas 8.000 liter langsung ke arah Borong," ujarnya pula.

Memasuki hari Senin ini, kapal MT Kilian dijadwalkan turut melabuhkan jangkar di Dermaga FT Reo dengan mengangkut pasokan bahan bakar avtur berkisar 500.000 liter.

Langkah ini ditempuh guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan avtur di Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT, yang mengalami peningkatan secara signifikan dipicu oleh tingginya frekuensi penerbangan darurat pascabencana serta berbarengan dengan periode puncak kunjungan wisatawan.

"Pasokan avtur ini penting karena konsumsinya sedang meningkat pesat seiring tingginya aktivitas di Labuan Bajo serta kebutuhan pascabencana. Avtur tersebut nantinya langsung kami kirim ke DPPU Komodo untuk kebutuhan operasional pesawat," katanya lagi.

Kitty turut memaparkan bahwa lewat masuknya pasokan BBM yang berlangsung secara konsisten di area terdampak bencana NTT, jaminan kelancaran rantai distribusi kini telah kembali pulih sepenuhnya.

Ia pun mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena suplai BBM dari FT Reo sudah kembali pulih. Mengingat potensi gempa susulan masih ada, kerumunan massa yang terlalu padat di SPBU justru dapat berisiko menyulitkan proses evakuasi jika terjadi kondisi darurat. Masyarakat tidak perlu khawatir, pelayanan dan operasional penyaluran BBM berjalan normal," ujar Kitty.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index