Menbud Fadli Zon Ingin Gereja Blenduk Jadi Living Heritage

Menbud Fadli Zon Ingin Gereja Blenduk Jadi Living Heritage
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon memotivasi upaya pelestarian Gereja Blenduk atau yang dikenal sebagai Gereja GPIB Immanuel di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, agar berfungsi sebagai warisan budaya yang hidup atau living heritage.

Menurut pandangan Menbud Fadli, bangunan Gereja Blenduk memegang peranan krusial sebagai bagian integral dari warisan budaya Kota Lama Semarang yang eksistensi serta kelestariannya wajib terus dijaga. 

Eksistensi serta pemanfaatan bangunan Gereja Blenduk sebagai sarana peribadatan dipandangnya sebagai aspek fundamental dalam merawat keberlangsungan warisan budaya tersebut.

Menbud Fadli lewat keterangan resmi yang berhasil dihimpun di Jakarta pada hari Sabtu, menaruh harapan agar bangunan bersejarah itu senantiasa terpelihara dengan baik sekaligus tetap aktif dipergunakan oleh para jemaat, sehingga nilai historis beserta fungsi sosialnya tetap berdenyut.

“Dan mudah-mudahan gedung ini juga terawat dengan baik dan menjadi living heritage, juga digunakan setiap minggu oleh para jemaat di Gereja Blenduk ini,” ujar Menbud.

Gereja Blenduk pertama kali didirikan pada tahun 1753 dan mengalami proses renovasi besar pada tahun 1895. Struktur bangunan tersebut hingga kini masih kukuh mempertahankan keaslian karakter arsitektur kolonial, termasuk elemen kubah atau blenduk yang menjadi lambang ikonisnya.

Berdasarkan pemaparan Menbud Fadli, langkah pelestarian tidak semata-mata bertumpu pada upaya menjaga kondisi fisik bangunan saja, melainkan memastikan bahwa struktur tersebut tetap fungsional dan terintegrasi di tengah dinamika kehidupan masyarakat. 

Penegasan tersebut disampaikan oleh Menbud Fadli di sela-sela agenda kunjungan kerja resmi ke Kota Semarang, di mana salah satu titik peninjauannya menyasar Gereja Blenduk atau Gereja GPIB Immanuel.

Menbud turut memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan instrumen musik orgel tua yang menjadi bagian dari rekam jejak sejarah Gereja Blenduk, di mana ia menilai kondisi organ pipa tersebut saat ini sudah kurang optimal dan menaruh harapan agar rencana hibah dari pihak Belanda bisa segera direalisasikan.

Pihak Kementerian Kebudayaan, imbuh Menbud Fadli, siap mengambil peran untuk memfasilitasi proses birokrasi tersebut bekerja sama dengan instansi-instansi berwenang supaya instrumen orgel itu dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Kami menerima informasi bahwa orgel yang ada di gereja ini kondisinya sudah cukup tua dan kurang berfungsi. Kami berharap nanti akan ada hibah dari Belanda dan tentu kami coba fasilitasi dengan instansi terkait agar orgel tersebut bisa segera difungsikan di sini,” kata Fadli.

Ke depannya, Gereja Blenduk diproyeksikan dapat terus terawat dengan baik serta melebur sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat modern sebagai sebuah warisan budaya yang hidup.

Dalam konteks ini, Kementerian Kebudayaan secara konsisten terus memacu upaya konservasi cagar budaya melalui skema pelindungan, pengembangan, serta pemanfaatan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah serta karakteristik asli dari bangunan tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index