JAKARTA — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mendorong mahasiswa untuk membangun pengetahuan yang luas dan kemampuan berpikir sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Wamendiktisaintek mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk memperluas pengalaman, memperdalam pengetahuan, dan mengembangkan kemampuan yang relevan dengan perubahan.
"Satu yang harus kalian maknai supaya kalian tidak tergantikan oleh AI, adalah dengan punya ilmu yang tidak bisa dikalahkan oleh AI. Jadi waktu kuliah harus gali semua potensi dan pengetahuan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Wamen Stella juga menekankan pentingnya kemampuan mengatur waktu dan menentukan prioritas.
Menurut dia, menjalani kuliah sambil bekerja dapat menjadi pengalaman yang membantu mahasiswa membangun keterampilan dalam mengelola berbagai aktivitas. Pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi juga menjadi bekal untuk mengembangkan diri lebih jauh.
"Ilmu yang didapatkan di kuliah inilah yang akan bisa membuat adik-adik berkembang lebih besar lagi," ujarnya melanjutkan.
Dalam pembekalan tersebut, Wamendiktisaintek merangkum pandangannya mengenai makna kuliah, melalui lima pesan, di antaranya; menjalani masa kuliah secara maksimal, memperluas pengalaman, membangun pengetahuan yang luas, belajar dari tantangan, serta tetap mengingat asal-usul.
"Live maximally, jangan setengah-setengah, explore dan exploit, get a universal knowledge, ilmu yang universal agar kalian tidak digantikan, what doesn't kill you make you stronger, dan never forget where you come from," ucap dia.
Stella berharap bekal tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong mereka menjadi insan yang adaptif dan mampu memanfaatkan pengetahuan, serta keterampilannya untuk memberikan kontribusi di lingkungan dan masyarakat.