LIPUTANFINANSIAL.COM — Dugaan keracunan massal menimpa pelajar di dua sekolah menengah pertama di Kabupaten Tana Toraja. Para siswa mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga ada yang sempat pingsan setelah mengonsumsi makanan dari program pemerintah tersebut.
Angka Pasien Terus Bertambah
Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Yosefina, melaporkan jumlah pasien bertambah secara signifikan dari laporan awal. Data sementara hingga Kamis (3/9) mencatat puluhan siswa tersebar di tiga rumah sakit rujukan.
"Data sementara terdapat di RS Fatima 25 orang, RS Sinar Kasih 41 orang, dan RSUD Lakipadada 70 orang," ujar Yosefina.
Ratusan siswa tersebut sebelumnya menerima menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan 1. Makanan yang dibagikan terdiri atas ayam masak kuning, tempe goreng tepung, tumis sayur berisi labu siam, wortel, jagung, serta buah melon.
Kronologi dan Penanganan Awal
Kepala SMP Negeri 1 Makale, Yohanis Pakading, menuturkan keluhan para siswa mulai terasa sejak subuh hari, sebelum mereka berangkat ke sekolah. Pihak sekolah baru mengetahui kondisinya saat penjemputan dilakukan.
"Jadi mereka semuanya yang terpapar ini, katanya memang tadi subuh itu sudah dirasakan. Nanti kami tahu saat kami jemput sudah ada yang mengeluh. Karena sudah terjadi massal, sudah antre di WC, maka kami ambil tindakan secepatnya," jelas Yohanis.
Distribusi makanan di sekolah berlangsung pada pukul 12.00 WITA dengan pengawasan ketat dari person in charge (PIC). Pemeriksaan yang dilakukan terbatas pada pengecekan aroma, bukan uji rasa terhadap menu yang akan disajikan.
"PIC yang coba lihat, kemudian kami salurkan ke anak-anak. Yang aromanya dicium saja. Tapi kan untuk makan, kita tidak coba dulu," ungkapnya.
Investigasi Penyebab Masih Berjalan
Para siswa yang menunjukkan gejala langsung mendapatkan penanganan medis. Sebagian korban dilarikan ke rumah sakit setelah kondisinya memburuk hingga pingsan, sementara siswa lain yang tidak terdampak dipulangkan lebih awal untuk alasan keamanan.
Sekretaris Daerah Tana Toraja sekaligus Ketua Satgas MBG, Rudy Andi Lolo, mengingatkan agar dugaan keracunan tidak terburu-buru disimpulkan. Pernyataan tersebut mengacu pada masih berlangsungnya pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan uji klinis terhadap para pasien.
"Yang berdampak sekarang ini ada 80 (siswa), dirawat di tiga rumah sakit. Tapi ini belum kita katakan bahwa ini adalah keracunan," kata Rudy kepada CNNIndonesia.com.
Dinas Kesehatan setempat masih memantau perkembangan gejala para pasien sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk menentukan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan pelajar tersebut.