Prabowo Targetkan Perdagangan Indonesia-Rusia Naik Dua Kali Lipat

Prabowo Targetkan Perdagangan Indonesia-Rusia Naik Dua Kali Lipat
Seskab Teddy Indra Wijaya [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong Indonesia dan Rusia untuk melipatgandakan nilai perdagangan kedua negara yang pada 2025 telah mendekati angka US$5 miliar.

Dorongan tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi pembicara utama sekaligus Tamu Kehormatan Utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kehadiran Prabowo dalam forum tersebut mempertegas komitmen Indonesia untuk memperkuat persahabatan sekaligus kerja sama ekonomi dengan Rusia.

“Samudra boleh terbentang, tetapi persahabatan dan kerja sama semakin mendekatkan Indonesia dan Rusia,” ujar Teddy dalam keterangan pers usai mendampingi Presiden Prabowo di Vladivostok, Jumat (4/9/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengutarakan sejumlah pesan utama terkait hubungan bilateral Indonesia-Rusia. Salah satunya mengenai rekam jejak historis kedua negara. Prabowo menegaskan bahwasanya hampir 290 juta rakyat Indonesia tidak melupakan sejarah dan negara-negara sahabat yang telah menyokong perjalanan Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo turut mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk datang melawat ke Indonesia. Menurut Prabowo, jarak geografis antara Indonesia dan Rusia tidak semestinya menjadi perintangan bagi penguatan hubungan kedua negara. 

Samudra Pasifik justru mampu dijadikan jembatan yang menghubungkan peluang perdagangan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi bersama.

Indonesia, sambung Prabowo, juga mempunyai posisi yang terbuka dalam merajut kerja sama internasional. Indonesia tidak tergabung dalam pakta pertahanan mana pun, melainkan aktif pada pelbagai kerja sama ekonomi dunia.

Prabowo menggarisbawahi bahwa setiap kerja sama wajib memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, tidak boleh sekadar dipandang sebagai deretan angka, melainkan harus tercermin pada ketersediaan pangan, pembukaan lapangan kerja, hunian yang layak, energi yang terjangkau, serta kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Teddy menyebutkan bahwa Kepala Negara menilai Indonesia dan Rusia memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Rusia mengantongi keunggulan di sektor energi, pangan, pupuk, sains, dan teknologi. Sementara Indonesia menawarkan pasar yang luas, basis industri, sumber daya, serta posisi strategis untuk mengakses pasar ASEAN dan kawasan Indo-Pasifik.

Atas dasar itu, Teddy menekankan bahwa Presiden Ke-8 RI mendorong agar hubungan ekonomi kedua negara tidak berhenti pada peningkatan nilai perdagangan saja, tetapi turut diwujudkan melalui investasi dan pembangunan industri.

Nilai perdagangan Indonesia-Rusia yang mendekati US$5 miliar pada 2025 dinilai masih menyimpan ruang besar untuk ditingkatkan. Prabowo mendorong kedua negara menggandakan nilai tersebut pada periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU). Kerja sama tersebut diharapkan membuahkan capaian konkret dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian kedua negara.

Indonesia juga membuka peluang bagi para pelaku usaha Rusia untuk memperbesar investasi di Tanah Air. Prabowo mengajak dunia usaha Rusia membangun industri dan menciptakan nilai tambah bersama di Indonesia. Investasi tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai basis untuk menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.

"Mengutip pepatah Rusia, "Odin v pole ne voin"-tidak ada kemenangan jika berjuang sendirian. Presiden menegaskan bahwa semangat ini sejalan dengan nilai gotong royong, kemajuan, perdamaian, dan kesejahteraan harus dibangun bersama," tegasnya.

Lewat keikutsertaannya sebagai Tamu Kehormatan Utama dalam EEF ke-11, Indonesia menegaskan peluang untuk memperluas kerja sama dengan Rusia, terutama pada bidang perdagangan, investasi, energi, pangan, industri, sains, dan teknologi.

"Indonesia terbuka bagi investasi dan kemitraan dengan Rusia. Presiden mengajak dunia usaha Rusia untuk berinvestasi, membangun industri, dan menciptakan nilai tambah bersama di Indonesia, sekaligus menjangkau pasar Asean dan Indo-Pasifik," pungkas Teddy.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index