JAKARTA - Laju saham emiten properti PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terkoreksi tajam seusai Presiden Direktur SMRA Adrianto Pitojo Adhi tersangkut dugaan tindak pidana korupsi.
Merujuk data RTI Infokom, pergerakan saham SMRA terperosok 6,02% ke level Rp312 per lembar pada penutupan sesi I hari ini, Selasa (15/9/2026). Jika dikalkulasi dalam sepekan terakhir, nilai saham SMRA telah merosot 8,24%. Posisi harga saham SMRA saat ini juga menandai penurunan sebesar 18,32% sejak awal tahun (year-to-date/YTD).
Berdasarkan fakta terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Adrianto Pitojo Adhi lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berkaitan dengan dugaan suap perizinan Hak Guna Bangunan di wilayah Kabupaten Bogor.
Adrianto Adhi dikenal memiliki rekam jejak panjang di industri real estate. Sosok tersebut pun memegang peran senior di jajaran kepemimpinan Summarecon.
Mengutip laporan tahunan SMRA 2025, perjalanan Adrianto bersama Summarecon dimulai pada 2005 sebagai Direktur Eksekutif yang mengawasi unit bisnis Summarecon Kelapa Gading, lalu tanggung jawabnya meluas ke unit bisnis Summarecon Bekasi pada 2009. Selanjutnya, Adrianto dipercaya menduduki kursi Direktur SMRA pada 2013.
Pria kelahiran Solo tahun 1958 ini memperoleh mandat pertama sebagai Direktur Utama SMRA pada Juni 2015 melalui Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 10 Juni 2015. Selanjutnya, posisi tersebut diperpanjang kembali lewat RUPS tahun 2025 untuk masa jabatan 5 tahun mendatang.
Adrianto menuntaskan pendidikan insinyur di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 1985. Sebelum bergabung ke Summarecon, Adrianto sempat mengabdi di PT Metropolitan Land sebagai General Manager dan berlanjut sebagai Direktur sepanjang 2002 hingga 2005.
Selain itu, kepemimpinannya juga teruji di berbagai organisasi nirlaba sektor perumahan. Adrianto aktif dalam kepengurusan Asosiasi Real Estate Indonesia (REI), menjabat Wakil Ketua Umum DPP REI periode 2010-2016, DPP REI Jakarta periode 2004-2010, serta BPO REI sejak 2016.
Saat ini, Adrianto tercatat mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BPKPT Kadin Indonesia, Wakil Ketua Bidang Properti Kawasan Ekonomi APINDO, serta Wakil Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia periode 2023-2026.
Mengenai entitas bisnisnya, PT Summarecon Agung Tbk merupakan perusahaan ternama yang berfokus pada bidang properti dan real estate. Cakupan usahanya meliputi pengembangan kawasan, investasi dan pengelolaan properti, hingga fasilitas rekreasi dan perhotelan.
Deretan proyek unggulan Summarecon Agung mencakup kawasan Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, hingga Summarecon Mutiara Makassar.