LIPUTANFINANSIAL.COM — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bidang energi di Istana Negara, Rabu (16/9/2026), dengan agenda utama mencari langkah memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Rapat itu dihadiri sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga ekonomi, termasuk Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri ESDM.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan rapat tersebut membahas sejumlah langkah untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri. Ia menyebut kemungkinan implementasi program biodiesel B50 juga masuk dalam pembahasan, meski detailnya akan disampaikan setelah rapat selesai.
"Hari ini kami akan melakukan rapat dengan Presiden terkait dengan beberapa langkah dalam rangka memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri kita," kata Bahlil kepada wartawan di Istana Negara.
Siapa Saja yang Hadir di Istana
Rapat terbatas itu dihadiri sejumlah pejabat kunci di sektor energi dan fiskal. Selain Bahlil, tampak hadir Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
Hadir pula Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran, serta Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza. Kehadiran perwakilan Pertamina dan Bank Indonesia mengindikasikan rapat menyentuh aspek operasional perusahaan energi pelat merah sekaligus stabilitas moneter.
Suahasil dan Destry Belum Buka Suara
Suahasil Nazara dan Destry Damayanti enggan membeberkan isi rapat sebelum pertemuan berlangsung. Suahasil hanya meminta waktu untuk menyampaikan hasilnya nanti.
"Kita rapat dulu nanti kita sampaikan," ujar Suahasil singkat.
Destry juga belum memberikan keterangan rinci. "Saya belum tahu kabarnya saya datang saja. Nanti-nanti saja," kata Gubernur Bank Indonesia itu.
Pertamina Ikut Dibahas
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengonfirmasi undangan rapat memang bertema energi. Ia menyebut Pertamina menjadi salah satu topik yang akan dibahas, dengan pembaruan informasi menyusul setelah rapat rampung.
"Undangannya sih ratas tentang energi. Kita biasa. Update aja. Berkaitan sama ada Pertamina juga nanti kan, berkaitan dengan energi. Nanti setelah rapat mungkin kita bisa update lebih lanjut," kata Dony.
Rapat ini menjadi perhatian pelaku pasar energi karena menyangkut arah kebijakan pasokan bahan bakar domestik dan rencana pencampuran biodiesel. Keputusan soal B50, bila diambil, berpotensi mengubah struktur permintaan minyak sawit mentah domestik sekaligus memengaruhi neraca perdagangan.
Bagi pelaku usaha, kejelasan waktu implementasi B50 menentukan perencanaan pasokan bahan baku dan biaya produksi. Sementara dari sisi moneter, kehadiran Gubernur Bank Indonesia menandakan pemerintah mencermati dampak kebijakan energi terhadap inflasi dan nilai tukar. Investasi mengandung risiko.