Danamart Targetkan Dana Rp 10 Miliar untuk Pembangunan PLTS di Asmat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:53:01 WIB
PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) berupaya meraih total pengumpulan modal sebesar Rp 10 miliar lewat mekanisme securities crowdfunding. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) berupaya meraih total pengumpulan modal sebesar Rp 10 miliar lewat mekanisme securities crowdfunding demi membantu realisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 6 di Asmat, Papua Selatan. 

Pimpinan Danamart Patrick Gunadi menyebutkan sasaran tersebut bakal dikumpulkan dalam tiga tahapan pendanaan. Sampai saat ini, dua tahapan sudah berhasil mendapatkan pembiayaan dan dananya pun telah diberikan kepada pihak penerbit untuk mendukung kelancaran proyek. 

Tahap pertama dengan besaran Rp 3 miliar telah terdanai secara penuh lewat keterlibatan 29 investor. Sementara itu, tahap kedua sebesar Rp 4 miliar diikuti oleh 55 pemodal, baik individu maupun institusi. 

"Pada dua batch tersebut, pendanaan dilakukan melalui Efek Bersifat Utang (EBU) dengan tenor 4 bulan dan kupon 20% per tahun (per annum/p.a.), yang diadministrasikan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)," ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/8/2026).

Selanjutnya, Danamart mempersiapkan tahap ketiga dengan sasaran pengumpulan sebanyak Rp 3 miliar. Patrick menuturkan periode penyampaian ketertarikan sudah dibuka bagi calon investor yang ingin memperoleh prioritas di dalam proses alokasi awal, dengan tetap mematuhi ketersediaan serta aturan yang berlaku. 

Penawaran resmi untuk tahap ketiga tersebut direncanakan mulai pada akhir Agustus 2026. Menurut Patrick, proyek PLTS di Asmat memiliki arti yang tidak sekadar berkaitan dengan pendanaan energi terbarukan, melainkan juga dampak sosial untuk masyarakat di kawasan yang menjadi target pembangunan. 

Selain menyokong agenda kelestarian serta transisi energi, proyek tersebut dirancang untuk menambah jangkauan akses listrik bagi 306 rumah yang tersebar di empat desa. 

"Bagi investor, pendekatan itu menghadirkan integrated value, yaitu nilai investasi yang berjalan seiring dengan partisipasi dalam pembiayaan proyek yang memiliki dampak sosial dan lingkungan,” ujar Patrick.

Merujuk data proyek yang disampaikan Agam selaku Person in Charge (PIC) proyek dari sisi penerbit, pembangunan PLTS tersebut menyasar empat desa di Asmat yang saat ini belum menikmati akses listrik. 

Infrastruktur ketenagalistrikan yang didirikan ditargetkan mampu menjangkau 306 rumah. Rinciannya, sejumlah 109 rumah berada di Pirpis & Biwar Laut, 63 rumah di Seramit, 62 rumah di Hainam, serta 72 rumah di Amagais. 

Proyek tersebut juga meliputi pendirian 154 tiang jaringan tegangan rendah (JTR) untuk membantu distribusi listrik di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan. 

Dari sisi daya, sistem PLTS direncanakan memiliki modul surya sejumlah 446,6 kilowatt-peak (kWp), baterai berkapasitas 2.263,1 kilowatt-hour (kWh), serta inverter dengan kapasitas 420 kilowatt (kW) AC.

Patrick menilai pembangunan PLTS di Asmat selaras dengan langkah pemerintah memperluas jangkauan akses listrik sekaligus meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia. 

Mengacu pada publikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Program Listrik Desa 2025–2029 menargetkan elektrifikasi 5.758 desa yang belum mendapatkan aliran listrik PLN. Program tersebut turut mengincar penyambungan listrik bagi sekitar 1,2 juta rumah tangga. 

Dengan begitu, pembangunan PLTS di Asmat dipandang memiliki relevansi terhadap agenda pemerataan akses listrik, utamanya di daerah yang belum teraliri listrik, sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari proses transisi energi nasional.

Terkini