LIPUTANFINANSIAL.COM — Hakim pengadilan di Portland, Oregon, Amerika Serikat, menjatuhkan vonis pada 19 Agustus 2026 terkait gugatan dua remaja korban kecelakaan wahana taman hiburan. Xitlali Gomez-Salais dan Evie Yannotta, yang kini berusia 16 tahun, masing-masing berhak menerima kompensasi sebesar US$275 ribu atau setara Rp4,8 miliar.
Total ganti rugi yang harus dibayarkan mencapai US$550 ribu atau sekitar Rp9,7 miliar. Dana tersebut diberikan atas dampak fisik dan cedera psikologis yang dialami kedua korban setelah insiden mengerikan di wahana AtmosFEAR, Oaks Amusement Park.
Momen Mencekam di Ketinggian 30 Meter
Saat kejadian berlangsung pada Juni 2024, kedua korban masih berusia 13 dan 14 tahun. Mereka merupakan bagian dari 30 penumpang yang mengalami kegagalan sistem teknis wahana secara tiba-tiba.
Seluruh penumpang tergantung dalam posisi terbalik di ketinggian sekitar 30 meter selama hampir 30 menit. Tim penyelamat baru berhasil mengevakuasi mereka setelah mengambil alih kendali sistem wahana secara manual.
Kedua remaja tersebut mengaku mengalami kepanikan luar biasa dan merasa berada di ambang kematian selama menunggu pertolongan. Pengalaman traumatik ini kemudian mendorong pihak keluarga untuk menempuh jalur hukum.
Tuntutan Awal dan Pertanggungjawaban Pengelola
Dalam gugatannya, kedua korban awalnya menuntut total kompensasi sebesar US$2 juta. Mereka menuding pengelola Oaks Amusement Park dan produsen wahana asal Italia, Zamperla, lalai dalam perawatan fasilitas keselamatan.
Pihak keluarga menegaskan langkah hukum ini diambil bukan semata demi materi, melainkan untuk mendorong pertanggungjawaban pengelola fasilitas publik. "Kami mengajukan gugatan ini untuk meminta pertanggungjawaban dan keadilan," ujar perwakilan keluarga salah satu korban dalam pernyataannya.
Menanggapi vonis tersebut, manajemen Oaks Park menyampaikan kelegaannya karena seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Mereka juga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pengunjung.
"Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan kami akan terus bekerja sama dengan produsen wahana serta inspektur negara bagian untuk memastikan keselamatan para pengunjung," tulis pihak pengelola taman hiburan dalam pernyataan resminya.
Pelajaran Keselamatan bagi Pengunjung Wahana Ekstrem
Insiden di Oregon ini menjadi pengingat pentingnya memeriksa kondisi wahana sebelum menaikinya. Pengunjung taman hiburan, terutama keluarga dengan anak remaja, disarankan memperhatikan beberapa hal berikut:
- Pastikan wahana memiliki izin operasi dan sertifikat kelayakan yang masih berlaku dari otoritas setempat.
- Perhatikan prosedur keselamatan dan batasan fisik yang diumumkan petugas sebelum naik.
- Segera laporkan kepada petugas jika melihat kejanggalan pada pengaman atau mendengar suara tidak wajar dari mesin wahana.
Meski kecelakaan fatal jarang terjadi, kegagalan teknis seperti yang dialami wahana AtmosFEAR membuktikan risiko tetap ada. Kejadian ini sekaligus menegaskan bahwa ganti rugi finansial tidak dapat menghapus trauma berkepanjangan yang dialami korban selamat.
Bagi masyarakat yang mengalami kejadian serupa, konsultasi dengan ahli kesehatan mental sangat disarankan untuk mengatasi dampak psikologis pascatrauma.