Gempa NTT: Kemdiktisaintek Gratiskan UKT untuk 5.000 Mahasiswa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:42:02 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengalokasikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi 5.000 mahasiswa yang menjadi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebijakan ini dipaparkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, tatkala berkunjung ke Kabupaten Manggarai, persisnya di Posko Lapangan Universitas Katolik (Unika) St. Paulus Ruteng untuk melihat langsung situasi pascabencana sekaligus mengonsolidasikan langkah penanganan perguruan tinggi, Rabu (26/8).

"Keluarga besar Kemdiktisaintek dan seluruh kampus menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di NTT. Kami akan memberikan bantuan UKT untuk satu semester di tahap ini, sementara ini untuk 5.000 mahasiswa sesuai data yang disampaikan. Kami akan lihat kalau memang masih diperlukan, kami juga akan menambah satu semester lagi," kata Menteri Brian dalam keterangan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Mendiktisaintek menekankan bahwa penggratisan biaya kuliah ini merupakan langkah nyata demi menjamin bahwa musibah tidak sampai menghentikan kelangsungan pendidikan para mahasiswa.

Di tengah kondisi ketika keluarga terdampak berjuang memulihkan hunian dan memulihkan kondisi finansial, dukungan atas beban pendidikan diharapkan sanggup melapangkan jalan bagi para mahasiswa untuk tetap meneruskan perkuliahan.

Menteri Brian turut menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengalirkan uluran tangan bagi keluarga mahasiswa asal NTT yang saat ini tengah menempuh pendidikan di luar kawasan bencana.

"Kemdiktisaintek bersama pemerintah setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus berupaya menyediakan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat," ujarnya.

Di samping itu, Mendiktisaintek juga mengutarakan penghargaan setinggi-tingginya kepada kampus-kampus yang telah menerjunkan serta menyalurkan bantuan logistik, hingga mendirikan posko pelayanan dan fasilitas pendukung.

Rincian pemetaan mengenai kebutuhan bantuan yang sudah dihimpun bakal diserahkan kepada perguruan tinggi yang hendak turun membantu di area terdampak. Pendampingan psikologis semacam trauma healing dinilai wajib menjadi salah satu fokus utama pada tahapan penanganan pascabencana.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi pemulihan dampak bencana di NTT, Kemdiktisaintek berkesinambungan memperbarui pendataan mahasiswa terdampak, menjalin koordinasi bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) dan pihak perguruan tinggi, serta memetakan apa yang menjadi kebutuhan publik maupun kampus.

Menteri Brian menegaskan Kemdiktisaintek akan terus memadukan dan mengawal alur respons perguruan tinggi agar mampu menopang proses pemulihan NTT secara presisi dan tepat sasaran.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyampaikan laporan bahwa per Rabu, 26 Agustus 2026, jumlah korban gempa di wilayah Kabupaten Manggarai mencakup 45 korban jiwa dan 50 ribu jiwa mengungsi, yang mana 7.600 orang di antaranya termasuk kategori kelompok rentan. Beberapa sarana kesehatan turut mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga elemen masyarakat. Sebanyak 23 orang meninggal setelah kejadian, karena syok atau akibat seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan mayoritas rumah sakit kami hancur. Kami mencoba memahami yang sedang terjadi, dan harus mulai dari mana kami akan melangkah pada waktu-waktu mendatang," ucap Bupati Manggarai.

Terkini