Mendes Yandri Ajak Kuwait Berkolaborasi Membangun Desa di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:22:32 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menawarkan peluang kerja sama kepada Kuwait dalam rangka memaksimalkan pembangunan desa di Tanah Air.

"Kami berharap ada kerja sama yang konkret, bagaimana kita membina desa di Indonesia, baik dari potensi desa dan sumber daya manusianya,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, dikutip di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Hal tersebut dikemukakannya tatkala menyambut kunjungan Duta Besar (Dubes) Kuwait Khalid Jassim Alyassin di ruang kerja Mendes yang bertempat di Kantor Kemendes PDT, Jakarta.

Lebih lanjut, Mendes Yandri memaparkan bahwa total desa di Indonesia menyentuh angka 75.266 desa dengan aneka potensi yang tersimpan. Dari 75.266 desa itu, jelasnya, Kemendes telah merumuskan 12 aksi bangun desa yang mencakup antara lain Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa ekspor, hingga desa wisata.

Menurut pemaparan Mendes Yandri, saat ini kawasan pedesaan masih memerlukan banyak sarana ibadah, sarana edukasi, sarana kesehatan, sampai peningkatan mutu sumber daya manusia.

Ia turut menegaskan bahwasanya saat ini desa menduduki peranan vital lantaran Presiden Prabowo Subianto menempatkan desa pada Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah guna mewujudkan pemerataan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.

Maka dari itu, ia menaruh harapan ke depannya pihak Kemendes dapat melangsungkan kemitraan secara resmi bersama Kuwait beserta lembaga atau asosiasi asal Kuwait.

Sementara itu, pada perjumpaan tersebut Dubes Kuwait Khalid Jassim Alyassin mengutarakan bahwa jalinan hubungan diplomatik Kuwait dan Indonesia secara resmi telah terikat sejak tahun 1968. Menurut pertimbangannya, keterikatan kedua negara tersebut mesti dipererat kembali lewat kemitraan secara resmi antara pemerintah Kuwait dan Indonesia.

Di samping itu, Kuwait mempunyai pula lembaga maupun organisasi swasta yang berhasil menghimpun pendanaan di Kuwait untuk disalurkan bagi negara lain. Aliran bantuan yang diberikan lembaga tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan anak yatim, mendirikan pesantren, membangun masjid, hingga menyerahkan uluran bantuan berwujud armada perahu bagi para nelayan supaya mereka memperoleh penghasilan yang sanggup menopang kehidupan secara layak.

Terkini